Sukses

Ford Motor Indonesia Digugat Rp 1 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - Konsorsium dealer resmi penjualan dan servis Ford di Indonesia yang membawahi 31 dealer  melayangkan somasi dan tuntutan ganti rugi kepada Ford Motor Indonesia (FMI). Tuntutan ini dilayangkan terkait keputusan FMI yang secara sepihak menutup seluruh operasi mereka di Indonesia.

Harry Ponto, kuasa hukum konsorsium, mengatakan tuntutan ini dilatarbelakangi  kerugian yang dialami para dealer. "Jumlah kerugian materil mencapai Rp 1 triliun. Itu adalah investasi, termasuk beli stok, pengadaan. Kami tidak masukkan kerugian imateril meski dimungkinkan," ujar Harry di Jakarta, Senin (27/6/2016).

Terlebih, para dealer menganggap penutupan terlalu terburu-buru, tanpa ada pembicaraan apapun. "Padahal saat masuk ke sini mereka baik-baik meminta kita, apakah mau ikut bisnis ini atau tidak. Tapi saat keluar justru sewenang-wenang," tambahnya.

Sebelum mengajukan gugatan, pihak dealer sebetulnya telah mengajukan somasi sebanyak dua kali. "Tapi tidak digubris. Ini tidak ada jawaban, tanggapan apapun dari mereka. Ada sih, tapi without prejudice. Jadi kami mengganggap mereka tidak menanggapi apapun," tambahnya.

Andree Yoestong, pemilik 11 dealer dan telah menjadi mitra lokal Ford sejak 2002, mengatakan sebelum memutuskan tutup, pihaknya masih dikejar-kejar target untuk membuka dealer baru. "Hal ini bukan hanya mengecewakan, tapi juga memalukan untuk brand internasional sebesar Ford," ujarnya, di kesempatan yang sama.

Selain untuk diri mereka sendiri, konsorsium ini mengaku penuntutan juga dilakukan untuk melindungi konsumen dan karyawan mereka. Untuk diketahui,  pada saat memutuskan tutup, ada 2.000 pekerja di 44 dealer, di mana sekarang sudah banyak yang dirumahkan.

Adapun 31 dealer yang tergabung dalam konsorsium ini berkontribusi sebesar 85 persen dari total penjualan Ford Indonesia tahun lalu yang mencapai angka 6.000an unit. Salah satu grup dealer yang tergabung adalah Nusantara.

Artikel Selanjutnya
Intip 2 Kinerja Emiten BUMN Tambang hingga Semester I
Artikel Selanjutnya
PT PP Raih Kontrak Baru Rp 21,8 Triliun hingga Juli 2017