Sukses

Mengenal Teknologi Suspensi Magnetik, Apa Kelebihannya?

Liputan6.com, Tangerang - Dewasa ini, teknologi suspensi semakin berkembang. Suspensi yang ada sekarang tidak lagi hanya mengandalkan per yang menyesuaikan dengan kondisi dan kontur jalan yang dilalui. Saat ini kita kenal, misalnya, teknologi suspensi udara. Yang paling anyar adalah suspension magnetic.

Suspensi ini diperkenalkan ke publik oleh tim dari Universitas Teknologi Eindhoven, Belanda, pada akhir 2010. Saat itu tim perancang suspensi mengklaim hasil buatan mereka mampu meningkatkan kualitas berkendara mobil hingga 60 persen, yang diukur berdasarkan uji laboratorium.

Perbedaan paling signifikan pada suspensi ini adalah bahwa ia juga merupakan suspensi aktif. Dalam arti, suspensi ini tak lagi hanya merespons guncangan, tetapi juga kekerasannya dapat diatur sedemikian rupa melalui sistem komputer onboard. Ukuran suspensi ini tak beda jauh dengan suspensi konvensional.

Salah satu pabrikan mobil yang telah mengaplikasikan sistem ini adalah Audi. Produsen spesialis mobil mewah asal Jerman itu menerapkan teknologi suspensi magnetik pada model Audi TTS. Mereka menamakan sistem ini dengan Audi Magnetic Ride (AMR).

Prinsip kerjanya sama dengan suspension magnetic lain. Pegas berfungsi untuk menahan beban, sementara magnet-magnet berfungsi sebagai peredam aktif.

Pada suspensi Audi TTS terdapat magnet mikroskopis. Magnet ini bisa diatur keregangannya. Magnet yang renggang buat suspensi lebih lunak, sementara magnet yang partikelnya lebih padat buat suspensi lebih keras. Semua diatur oleh control unit.

"Pada Audi TTS terdapat beberapa mode suspensi seperti dynamic dan comfort. Dengan sistem seperti ini, traksi di semua kondisi jalan lebih baik. Akselerasi lebih optimal dan lebih stabil," ujar Januardi Kurniawan, Technicak Manager PT Garuda Mataram Motor, distributor Audi.

Artikel Selanjutnya
Mengenal Turbocharger dan Supercharger, Bagaimana TripleCharger?
Artikel Selanjutnya
Qualcomm Bakal Tiru Fitur Canggih iPhone 8