Sukses

Nostalgia Mercy-BMW Klasik di GIIAS 2016

Liputan6.com, Tangerang Selatan - Saat mengunjungi pameran otomotif GIIAS 2016, 11-21 Agustus 2016, kita dipaksa untuk berimajinasi ke masa depan sekaligus masa lalu. Melalui mobil-mobil konsep seperti Toyota FCV Plus, kita mengintip akan seperti apa bentuk mobil di masa depan.

Sementara itu, melalui mobil lainnya, pikiran kita diputar ulang ke masa lalu. Kita diberi gambaran bagaimana bentuk mobil yang populer zaman dulu. Ada dua mobil yang termasuk di dalamnya, Mercedes-Benz 280 SL dan BMW 3.0 CSL.

Kedua mobil yang menjadi trademark orang-orang kaya sekaligus bergaya ini berada di hall 7, Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City. Dari hall 10, posisinya berada setelah booth Hyundai, dan persis ada di depan booth Mazda.

Sebagaimana terlihat pada foto, kedua mobil ini masih ada dalam bentuk terbaiknya. Kemungkinan besar keduanya telah melewati proses restorasi.

Mercedes-Benz 280 SL, menurut laman classic.autotrader.com, dijuluki dengan nama `Pagoda`. 280 SL pertama kali diperkenalkan pada Desember 1967, dan terus diproduksi hingga 23 Februari 1971. Mobil ini adalah suksesor W 113.

Selama masa itu, beragam perubahan terjadi, baik dalam hal mesin atau desain. Pada 1969 misalnya, Mercy menambahkan kontrol emisi, sementara pada 1970 Mercedes-Benz 280 SL mulai disematkan Fuchs alloy wheels. 

Mobil kedua, BMW 3.0 CSL, adalah mobil yang pertama kali diperkenalkan pada Mei 1972. Mobil ini berkarakter sporty, dimana `L` merujuk pada leicht, bahasa Jerman dari ringan. Bobot ini diperoleh dari panel body yang terbuat dari aluminium.

BMW 3.0 CSL menggendong mesin 3.003 cc, tapi kemudian kubikasinya bertambah hingga 3.153 cc pada 1973. Mobil asal Jerman ini berhasil diproduksi sebanyak 1.265 unit.