Sukses

Ketika Gaya Tradisional Afrika Ada di Tubuh BMW

Liputan6.com, London - Umumnya, desainer mobil adalah orang-orang modern, dalam arti menimba ilmu di bidangnya melalui pendidikan tinggi. Tapi apa jadinya jika desainer mobil adalah salah satu bagian dari masyarakat adat?

Nah, itulah yang dilakukan oleh Esther Mahlangu, nenek berusia 81 tahun yang berasal dari Ndebele, suatu wilayah yang berlokasi di Zimbabwe dan Botswana. Ia telah bekerja sama dengan pabrikan otomotif BMW sejak dua puluh lima tahun lalu.

Pada 1991, Mahlangu mendesain mobil BMW 525i Series dengan corak tradisionalnya. Mobil itu kemudian dinamakan The First African Art Car.

Tahun ini, sebagaimana dikutip dari CNN, Rabu (9/11/2016), ia telah merancang BMW Individual 7 Series dengan desain Ndebele untuk dipamerkan di Frieza Fair di London. Saat ini BMW Number 12 rancangannya juga sedang dipamerkan di British Museum, dalam pameran bernama South Africa: the art of a nation.

Lantas apa itu Ndebele? Sederhananya, Ndebele adalah corak tradisional yang kaya dengan pola dan warna yang melambangkan peristiwa penting dan berfungsi sebagai alat komunikasi dalam masyarakat. Umumnya corak ini menghiasi dinding rumah.

"Pola yang saya gunakan di BMW menggabungkan tradisi dan esensi dari BMW. Ketika BMW mengirim saya panel untuk dilukis, saya bisa melihat desain di kepala saya. Hati saya penuh sukacita ketika BMW meminta saya untuk melukis mereka lagi," ujarnya.

BMW bukanlah satu-satunya merek yang beruntung mendapat sentuhan tangan Mahlangu. Ia pernah bekerja sama dengan Belvedere, merek minuman keras mahal. Ia juga bekerja sama dengan merek sepatu Eytys, asal Swedia.

Artikel Selanjutnya
Keren, Porsche dalam Bentuk Sepeda Motor
Artikel Selanjutnya
Diplomasi Kain Ulos di Amerika Serikat