Sukses

Rem Cakram Kurang Pakem Saat Kena Air, Benarkah?

Liputan6.com, Depok - Satu hal yang keliru soal rem cakram adalah bahwa performa rem akan menurun jika terkena air, misalkan saat hujan. Padahal sebetulnya tidak demikian.

"Tidak ada beda antara rem cakram kering atau basah. Tetap bekerja sebagaimana mestinya. Yang bermasalah itu adalah kandungan yang ada di dalamnya," ujar Mahdin, mekanik Ibana Jaya Oil kepada liputan6.com, di Depok, Jawa Barat belum lama ini.

Mahdin mengatakan, air yang memiliki kandungan kotoran di dalamnya, maka kotoran itulah yang bisa membuat tingkat pengereman kurang optimal. Kotoran ini menempel pada kampas. Gesekan antara kampas dan piringan cakram pun akhirnya kurang sempurna.

Karena itulah, menurutnya, jika motor habis dicuci, tak ada dampak apapun pada rem. "Itu kenapa? Ya karena air habis cucian itu adalah air bersih. Tidak ada kotoran di dalamnya," terang pria beranak dua ini.

Ditambah lagi, kotoran yang menempel itu sering menyebabkan munculnya suara berdecit. Hal ini sedikit tidak berlaku pada rem tromol. Pasalnya, potensi masuknya kotoran pada rem tromol lebih kecil karena rem ini menggunakan sistem tertutup.

Meski demikian sistem tertutup pada rem tromol lebih sulit melepaskan panas yang disebabkan oleh gesekan.

Karena alasan-alasan itu, Mahdin menyarankan agar setiap saat setelah hujan, baiknya rem dibersihkan.

"Memang repot, tapi harus dibersihkan untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Lagian kalau dibiarkan, bisa-bisa remnya berkarat," tutupnya.

Artikel Selanjutnya
Perlukah Menguras Minyak Rem Mobil?
Artikel Selanjutnya
Dalam Kondisi Mesin Mati, Bisakah Mobil Korsleting dan Terbakar?