Sukses

Tarik 2.800 Unit Mobil Nol Emisi, Listrik Toyota Mirai Bermasalah

Liputan6.com, Tokyo - Toyota Motor Corp mengumumkan bahwa sekira 2.800 unit mobil nol-emisi, Mirai, akan ditarik (recall) karena disinyalir bermasalah di sektor output tegangan yang dihasilkan oleh sistem sel bahan bakar (fuel-cell).

Dilaporkan Reuters, tegangan keluar yang dihasilkan dari kondisi mengemudi tertentu bisa melebihi dari tegangan maksimal. "Kondisi mengemudi tertentu" misalnya jika menekan pedal gas sesaat setelah mobil melewati turunan panjang, lama, dan menggunkan cruise control.

Tegangan atau energi listrik yang jadi sumber tenaga pada Toyota Mirai dihasilkan dari reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen. Secara keseluruhan, teknologi fuel-cell Mirai bekerja dalam tiga tahap.

Pertama, hidrogen di tangki mobil dan oksigen dari luar dialirkan ke dalam fuel cell stack. Kemudian, di sini terjadi reaksi kimia. Selain listrik, hasil reaksi ini juga adalah air. Tahap selanjutnya adalah listrik disalurkan ke motor.

Jika knalpot kendaraan lain mengeluarkan asap, maka knalpot Mirai akan mengeluarkan tetesan air. Toyota mengatakan bahwa air ini lebih aman bahkan dibanding susu sekalipun.

Penarikan ini berlaku pada semua Mirai yang telah mengaspal. Sebanyak 2.840 Mirai telah terjual di Amerika Serikat (AS), Jepang, beberapa negara Eropa, serta Uni Emirat Arab. Jumlah tersebut adalah total penjualan yang telah Toyota lakukan sejak Desember 2014.

Semua unit akan diperbaiki di dealer Toyota terdekat. Perbaikan dilakukan dengan cara memperbarui perangkat lunak, terutama perangkat lunak fuel-cell system. Proses pembaruan akan memakan waktu sekira setegah jam saja.

Artikel Selanjutnya
Takata Bermasalah, Toyota Ganti Vendor Airbag?
Artikel Selanjutnya
Honda CR-V Hybrid Siap Mengaspal, Seberapa Canggih?