Sukses

Mengintip Sedan Khusus Raja Arab Saudi yang Tiba di Bali

Liputan6.com, Jakarta - Rencana kunjungan Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulazis al-Saud ke Indonesia menyita perhatian. Bagaimana tidak, Raja Arab Saudi turut mengajak menteri dan juga pangeran serta staf pengamanannya yang jumlahnya mencapai 1.500 orang.

"Kunjungan ini akan membawa rombongan terbesar, kurang lebih 1.500 orang, 10 menteri, dan 25 pangeran," terang Sekretaris Kabinet Pranomo Anung beberapa waktu lalu.

Raja Salman juga memboyong kargo yang dibawa oleh lebih dari 30 pesawat. Salah satu isi dari kargo tersebut adalah tangga pesawat khusus serta Mercedes-Maybach S600. Sedan premium asal Jerman tersebut dikabarkan telah tiba di Bali setelah sebelumnya transit di Bandara Halim Perdanakusuma.

Tidak ada informasi resmi mengenai spesifikasi detil dari Mercedes-Maybach S600 yang diboyong sang Raja. Tapi, selayaknya kendaraan untuk orang penting, tentunya mobil ini dilengkapi dengan sistem pengamanan yang canggih.

Mobil jenis ini umumnya memang digunakan sebagai kendaraan kepresidenan. Kemungkinan besar sedan mewah ini dibekali kaca anti-peluru dan menggunakan bodi baja hingga perlindungan dari peledak.

Sekadar informasi, Mercedes-Maybach S600 terdiri beberapa model, seperti Mercedes-Benz Maybach S600 Guard, Pullman Guard dan S-Class Pullman. Kedua model terakhir memiliki dimensi lebih panjang layaknya sebuah limosin. Besar kemungkinan mobil yang tiba di Bali adalah Mercedes-Maybach S600 Guard.

Disebutkan, kaca Mercedes-Maybach S600 Guard dibuat dari bahan aramid (serat sintetis) dan komponen polyethylene (plastik) serta dilapisi polycarbonate yang tahan lontaran serpihan.

Dalam kunjungan kenegaraan Raja Salman tidak kali ini saja melibatkan produk Mercedes-Benz. Sebelumnya, dalam kunjungan ke Amerika Serikat pada 2015 lalu, ia menyewa 400 sedan Mercy untuk dijadikan kendaraan operasional selama kunjungan kenegaraan.

Artikel Selanjutnya
Bukan Kendaraan Butut, Ini 16 Mobil Presiden Paling Keren
Artikel Selanjutnya
Fakta Mobil Pertama di Indonesia, Bersemayam di Belanda