Sukses

Perbedaan Versys-X 250 dengan Honda CRF250 Rally di Mata Kawasaki

Liputan6.com, Probolinggo - Secara umum, Kawasaki Versys-X 250 dan Honda CRF250 Rally berada di kelas yang sama. Persamaan paling nyata adalah keduanya mengusung genre adventure, dalam arti bisa dikendarai baik di on road (aspal) atau di off road (non aspal).

Keduanya juga mengusung mesin yang berbasis motor sport 250 cc. Mesin Versys-X 250 menggunakan milik Ninja 250 yang keluarkan tenaga 33,3 Tk, sementara CRF250 Rally menggunakan milik CBR250R yang tenaganya mencapai 24,4 Tk.  

Kemudian, keduanya juga punya tubuh yang cukup ramping dengan posisi berkendara yang dibuat tegak dan dilengkapi dengan windshield minimalis. Keduanya juga dilengkapi dengan velg jari-jari serta ban dual purpose yang diameternya berbeda antara depan dan belakang.

Harganya juga relatif mirip. Versys-X 250 varian City (standar) dibanderol Rp 62,2 juta. Sementara CRF250 Rally dipatok Rp 62,9 juta.

Yang sedikit berbeda dari keduanya salah satunya adalah soal suspensi depan. Versys-X 250 masih menggunakan model teleskopik, sementara CRF250 Rally mengadopsi upside down.

Meski terdapat banyak kesamaan, Kawasaki tetap enggan menyamakan motor barunya itu dengan CRF250-nya Honda. Pasalnya, ada beberapa perbedaan mendasar yang membuatnya tidak bisa ditempatkan dalam satu kelas yang sama.

"Beda. Produk itu (Honda) ada di antara KLX dan Versys. Karena mau masuk ke adventure tangki terlalu berat, dan kami punya KLX250 di segmen itu," ujar Michael C. Tanadhi, Deputy Head Sales and Promotions PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI),  di kawasan Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (23/2/2017) kemarin.

Kemudian, Michael juga mengatakan bahwa "kalau masuk ke touring adventure, jarak tempuh tidak akan bisa sepanjang Versys."
Memang, lineup Versys sejak dulu dikenal sebagai motor penjelajah yang biasa 'dibawa jauh', sementara CRF250 Rally lebih kental kemampuan off road-nya.

Artikel Selanjutnya
Honda CMX500 Rebel Sehebat Kawasaki Vulcan S?
Artikel Selanjutnya
Seberapa Hebat Motor Adventure Buatan Jepang di Indonesia?