Sukses

Penyebab Ban Kendaraan Hilang Traksi

Liputan6.com, Jakarta - Traksi sangat penting bagi sebuah kendaraan. Deryl Burch, dalam bukunya yang dirilis pada 1997, secara sederhana mendefinisikan traksi sebagai gaya gesek maksimum yang bisa dihasilkan pada dua permukaan tanpa mengalami slip.

Pada kendaraan, traksi artinya gaya gesek antara ban dengan aspal atau permukaan lainnya. Sementara hilang traksi termanifestasi dalam bentuk slip, atau ban tidak maksimal 'menggigit'. Ini cukup berbahaya dan bisa menyebabkan kecelakaan.

Lantas, mengapa sebuah kendaraan bisa kehilangan traksi? Menurut laman lewis county driving school, dikutip Sabtu (25/2/2017), menyebut traksi dapat hilang karena tiga faktor: kondisi jalan, kondisi kendaraan, dan tindakan pengemudi.

Beberapa kondisi jalan yang bisa membuat traksi hilang di antaranya adalah jalan yang basah, terlumur oleh tetesan minyak seperti oli, genangan lumpur, permukaan jalan yang rusak, atau salju. Satu lagi adalah pasir, apalagi jika pasirnya tidak solid. Pengendara disarankan agar menghindari kondisi seperti ini.

Kondisi kendaraan, terutama rem dan ban, juga dapat mempengaruhi traksi. Jika kampas rem tidak lagi rata, maka traksi dapat dengan mudah terjadi. Roda depan yang tidak seimbang juga dapat menyebabkan hal yang sama.

Tapak ban yang sudah botak juga bisa menyebabkan gigitan ban berkurang. Tekanan ban yang tidak sesuai, terutama pada ban kiri dan kanan pada mobil, juga punya pengaruh yang mirip dengan rem yang kampasnya sudah tidak lagi merata.

Terakhir adalah soal tindakan pengemudi. Traksi bisa hilang jika ia tiba-tiba mempercepat kendaraannya di permukaan licin, tiba-tiba menginjak rem terlalu keras, belok secara berlebihan, atau kombinasi semuanya. Potensi hilang traksi semakin tinggi ketika ini dilakukan dalam kondisi permukaan yang disebut di bagian awal.

Artikel Selanjutnya
Coba Salip Motor, 3 Bus Terlibat Tabrakan Beruntun di Garut
Artikel Selanjutnya
Berkendara di Luar Batas Normal Sebabkan 4 Orang Tewas di Jalan