Sukses

Ini yang Bikin Toyota Percaya Diri

Liputan6.com, Demak - PT. Toyota Astra Motor (TAM) menyebut telah melalui dua bulan awal tahun 2017 dengan baik dan siap menyongsong masa depan dengan penuh rasa optimistis . Itu tidak terlepas dari kondisi perekonomian yang dinilai membaik.

"Awal Januari, biasanya kalau habis peak di Desember kan selalu slow down, tapi kami selalu confident karena melihat dari GDP forecast akan lebih baik, kami juga melihat keseriusan pemerintah dalam membangun infrastruktur, perekonomian, harga komoditas juga lebih baik, kami harapkan itu memberikan dampak positif untuk industri otomotif," terang Henry Tanoto, Vice President Director TAM di Demak, Jawa Tengah, Rabu (8/3/2017).

Berdasarkan data yang dirilis TAM, penjualan retail selama Januari mencapai 31.226 unit sementara Februari sebanyak 29.281 unit. Dibanding pencapaian periode yang sama tahun lalu, pada Januari mengalami tahun ini mengalami peningkatan karena di tahun lalu hanya mencapai 25.381 unit, semantara Februari tahun ini sedikit turun, dimana tahun lalu sebanyak 30.440 unit.

"Menurut saya, kalau dibilang lebih baik kami kira sesuai dengan yang diperkirakan walaupun ekspektasi kami lebih baik. Ini masih normal dan kami harapkan bisa lebih baik mulai Maret. Mengenai target (market share) kami inginnya selalu di atas 35 persen," kata Henry.

Mengenai model yang memberikan kontribusi tertinggi dalam hal penjualan, Henry menyebut model low multi purpose vehicle (LMPV) masih unggul sedikit dari model low cost green car (LCGC).

"Saya lihat di Januari imbang, bahkan LCGC-nya lebih tinggi sedikit, dibanding LMPV. Tapi kan LCGC dua produk Calya dan Agya, tapi LMPV cuma Avanza saja, itu memang sedikit lebih tinggi, bahkan Februari lalu Avanza lebih tinggi sedikit.

Lebih lanjut ia menyampaikan, jika dibanding dengan tahun lalu ada bulan-bulannya penjualan kedua model tersebut naik turun. Tapi secara umum, LCGC masih sedikit di bawah Avanza. Ia juga menyebut, model LMPV dan LCGC bisa menjadi kontributor penjualan tertinggi di tahun ini.

"Saya rasa kedua-duanya itu akan menjadi penopangnya di tahun ini. Kalau dilihat Calya dan Avanza kan bedanya sekitar 2000 dan 3000 unit dan Agya angkanya 2000 dan 3000 unit, saya melihatnya keduanya ini akan menjadi penopang kita di tahun ini," Henry menambahkan.

1 dari 2 halaman

Toyota Organic Village


Tidak cuma fokus dalam hal penjualan, PT. Toyota Astra Motor (TAM) juga konsisten dalam aktivitas sosial salah satunya di bidang lingkungan. Terbaru, TAM meresmikan Toyota Organic Village di Desa Mlaten, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Rabu (8/3/2017).

Vice President Director TAM Henry Tanoto mengatakan, desa ini dipilih karena merupakan salah satu desa dengan potensi pertanian yang baik. Beras menjadi komoditas lokal desa ini dan telah menjadi percontohan pertanian organik oleh pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

"Untuk itu kami ingin terus mengembangkan potensi ini sekaligus sebagai kontribusi kami dalam perbaikan masalah lingkungan khususnya terkait dengan penurunan kesuburan tanah dan polusi air akibat bahan kimia yang digunakan pertanian konvensional," kata Henry dalam sambutannya.

Dalam menjalankan program ini, TAM bersama New Ratna Motor, sebagai salah satu founder dealer Toyota, membantu pengembangan dari hulu sampai hilir secara total. Diharapkan desa ini bisa secara mandiri bisa mengembangkan pertanian beras organik ke depannya.

Toyota menggelontorkan dana Rp 2,5 miliar untuk program Toyota Organic Village di Demak. (Septian/Liputan6.com)

Disebutkan, Toyota menggelontorkan dana sebesar Rp 2,5 miliar untuk menjalankan program yang ditargetkan bergulir selama tiga tahun tersebut. Dalam program tersebut Toyota membantu petani untuk mengembangkan pertanian organik dengan dua langkah.

Pertama, dalam bentuk pendidikan dan pengembangan keterampilan pertanian organik, yaitu pelatihan dan bimbingan tentang pembuatan sarana produksi organik (pembuatan pupuk, bibit, dan pestisida), sistem budidaya pertanian organik, teknologi pasca panen, dan distribusi dan pemasaran beras organik.

Kedua, dalam bentuk fasilitas alat-alat pertanian, yaitu bangunan dan mesin pengering dan penggiling padi, serta mesin pengolah pupuk kompos, sehingga petani mampu memproduksi sarana produksi secara mandiri dan mampu menggunakan alat teknologi tinggi.

Proses penggilingan dan pengemasan beras pun dapat dilakukan menggunakan unit proses terintegrasi untuk menjaga beras tetap dalam kualitas yang baik dan dapat bersaing di pasaran. Pengemasan produk beras menggunakan sistem vaccum yang dapat menjaga kualitas beras dalam waktu yang lama.

"Kami berharap perbaikan ini tidak hanya memperbaiki lingkungan tetapi juga membantu pendapatan dan kesejahteraan petani di wilayah ini sehingga ini akan menjadi jaminan kelanjutan program ini," tutup Henry.

Artikel Selanjutnya
Ditinggal Nikah Mantan, Haruskah Langsung Cari Pengganti?
Artikel Selanjutnya
Cara Akhiri Patah Hati untuk Mantan yang Masih Anda Cintai