Sukses

Adu Hemat Energi Mahasiswa Indonesia Shell Eco-Marathon

Liputan6.com, Jakarta 26 mahasiswa dari 19 perguruan tinggi akan mewakili Indonesia dalam kompetisi adu hemat energi dan rendah CO2 di Singapura, 16 sampai 19 Maret 2017. Mereka akan beradu hebat dengan mahasiswa di Asia Pasifik dan Timur Tengah dalam [Shell Eco-Marathon.](2546743 ""

Acara tahunan Shell Eco-Marathon (SEM) 2017 menuntut total 120 mahasiswa ini untuk mendesain, membangun, dan mengendarai kendaraan hemat energi. Kendaraan ini akan diuji di lintasan buatan. Siapa yang kendaraannya paling hemat mengonsumai bahan bakar, dialah yang akan jadi pemenangnya.

Beberapa tim yang akan berkontestasi adalah tim Bumi Siliwangi dari UPI Bandung, tim Sadewa dari UI, dan tim ITS Team dari ITS. Ketiganya telah berkontestasi tahun lalu. Sementara tim baru yang ikut serta di antaranya adalah tim U.A.R.T G-UV dari ITN Malang, serta WASAKA Team dari ULM.

Norman Koch, General Manager SEM, mengatakan bahwa kompetisi yang telah dimulai sejak 2010 lalu ini diselenggarakan sebagai bagian dari usaha untuk menciptakan sarana mobilisasi yang ramah lingkungan demi menjawab tantangan global dan keterbatasan bahan bakar fosil.

"Kami berharap ajang ini dapat menginspirasi anak muda berbakat untuk berkontribusi dalam menciptakan teknologi canggih di bidang mobilitas dan energi. Melalui SEM kami ingin membantu dunia memenuhi kebutuhan energi dalam cara yang bertanggung jawab," ujar Koch.

Berbeda dengan kompetisi lainnya, tim terbaik SEM 2017 akan bertanding di Driver's World Championship - Asia Regional Final pada 19 Maret 2017. Pemenangnya kemudian akan mewakili Asia di ajang Driver's World Championship Global Final yang digelar di London, Mei 2017.

Sebagai gambaran, beberapa tim Shell Eco-Marathon telah mematok angka konsumsi bahan bakar untuk kendaraan mereka. Tim Bumi Siliwangi misalnya, menargetkan tahun ini kendaraan ciptaan mereka bisa mencapai 200 km/kWh. Sementara Wasaka Team menargetkan angka 150 km/liter.

Artikel Selanjutnya
Pertama di RI, Pembangkit Listrik Tenaga Angin Operasi Akhir 2017
Artikel Selanjutnya
Cara RI dan Jepang Bawa Industri Lebih Ramah Lingkungan