Sukses

Bermodal Mesin Honda Beat buat Lampaui Jarak 792 Km/Liter

Liputan6.com, Jakarta Tim Nakoela Universitas Indonesia (UI) mampu menciptakan kendaraan bermesin Honda Beat yang diklaim bisa melaju hingga 792 kilometer. Jarak ini ditempuh hanya dengan menggunakan bensin satu liter. Kendaraan ini dinamakan Keris RVI II.

Kendaraan ini berjenis prototipe dengan bentuk yang unik. Ia hanya bisa dikendari satu orang. Lantas, bagaimana kendaraan ini bisa melaju sedemikian jauh?

Immanuel Santoclin Benhotti, Tim Manajer Nakula, mengatakan bahwa pada prinsipnya, hemat atau tidaknya sebuah kendaraan bergantung pada dua faktor. Mesin, dan non mesin. Non mesin terbagi lagi ke dalam beberapa aspek, misalnya friksi dan bobot kendaraan itu sendiri.

"Mesin Honda Beat sudah injeksi (hemat). Itu kami tuning lagi. Kita atur seirit mungkin tapi konsekuensinya memang kecepatan berkurang. Engine ini juga tidak kami langsung pasang, tapi ada yang dikanibal agar lebih ringan," ujar Immanuel kepada Liputan6.com di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (10/3/2017).

Meski pakai mesin motor matik, namun Keris RVI II tetap mengandalkan transmisi dan rantai. Steering system-nya manual, dan tetap pakai rem cakram untuk menunjang keselamatan.

Soal bobot, kendaraan unik ini mengandalkan honeycomb aramid paper dan bodi carbon fiber, dua material yang sangat ringan. Akibatnya, bobot kendaraan hanya mencapai 45 kilogram saja. "Mobil ini jadi salah satu yang paling ringan," tambah mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2014 ini.

Kemudian soal faktor non mesin Honda Beat. Dalam hal ini, yang terpenting adalah menciptakan kendaraan yang minim gaya gesek, baik terhadap angin, atau aspal. "Kami menurunkan gaya gesek sebanyaknya. Kami buat bodi yang aerodinamis, dan buat ban yang minim friksi," tambahnya.

Keris RVI II akan diadu dalam ajang internasional Shell Eco-Marathon (SEM) 2017 yang bakal dihelat di Singapura, 16 sampai 19 Maret 2017 nanti. Ia akan beradu dengan ratusan mobil lain demi memenangkan titel kendaraan paling hemat energi dan rendah emisi gas buang.

Artikel Selanjutnya
Masih Pakai Mesin 1 Silinder di G 310 R, Ini Alasan BMW
Artikel Selanjutnya
Canggihnya Mobil Listrik Mahasiswa UII untuk Ajang Formula SAE