Sukses

Sejuta Unit Mitsubishi Colt Diesel, Sejuta Cerita Iwan Fals

Liputan6.com, Jakarta 46 tahun sudah Mitsubishi Colt Diesel menjelajah Nusantara. Tepatnya 17 Januari 2017,  1 juta unit kendaraan komersial andalan KTB itu telah terjual.

Proses metafora kendaraan angkut komersial ini begitu panjang. Nama Mitsubishi Colt Diesel kini lebih beken dengan sebutan si Kepala Kuning. Bukan seperti Colt lawas yang terkenal berkelir abu-abu.

Perjalanan panjang Mitsubishi Colt Diesel mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia. Tidak heran karena sejak 1970, Colt T100 sudah hadir. Dan saking dekatnya, sebagian masyarakat menyebut Colt sebagai istilah mobil angkutan umum.  "Bahkan nama Colt masuk dalam Kamus Bahasa Indonesia," kata Atsushi Kurita, Presiden Direktur PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sempat mengalami bagaimana nama Colt begitu melekat di masyarakat. Kala itu era 1975-80-an di Yogyakarta. "Kami menyebutnya Colt kampus, luar biasa," ujarnya mengenang sebutan yang diberikan mahasiswa untuk kendaraan angkut mereka.

Kini setelah 46 tahun, Airlangga berharap Mitsubishi Colt Diesel bisa lebih membumi dengan menggandeng mitra lokal. Kali ini dalam dunia pendidikan. "Kami berharap industri bisa melakukan kemitraan dengan dunia pendidikan," ujarnya dalam acara perayaan Satu Juta Unit Colt Diesel di Senayan.

Di Jawa Timur, menurut Airlangga, sudah mulai program kemitraan tersebut. "Satu industri bermitra dengan 5 SMK," ujarnya. Dengan demikian nantinya 1,6 juta angkatan kerja bisa diserap dalam dunia industri.

Menteri Perindustrian memprediksi pada 2020, produksi mobil mencapai 2,5 juta unit. "Pasar ekspor punya potensi besar," jelasnya. Saat ini produksi nasional baru mencapai 1,1 juta dengan kapasitas produksi total sebesar 1,6 juta unit per tahun. Tentunya Mitsubushi Colt Diesel sebagai bagian dari upaya peningkatan itu.

Duljatmono, Director of Mftbc Marketing Division KTB  pun memperkirakan pertumbuhan jumlah Mitsubishi Colt Diesel akan lebih cepat lagi. "Insya Allah pencapaian satu juta unit berikutnya akan lebih cepat," kata dia tanpa berani menentukan berapa tahun untuk mencapai angka itu. Kondisi ekonomi yang kondusif, infrastruktur lebih maju merupakan faktor penunjang tercapainya pertumbuhan penjualan itu. "Peluangnya besar," tambah dia.

Bagi Airlangga, pertumbuhan industri otomotif juga harus dibarengi dengan penggunaan komponen lokal. Mengingat pemerintah juga terus meningkatkan pengadaan material yang mendukung proses produksi di dalam negeri. "Kami telah menjadi investor baru di industri pelat baja," tambahnya. Dan pelat baja itu bisa masuk dan digunakan pada industri otomotif.

Untuk mencapai penjualan Mitsubishi Colt Diesel yang lebih signifikan, fokus penjualan Fuso Indonesia lebih ke segmen retail. Menurut Takahiro Yoshitatsu, Presiden Direktur Fuso Indonesia, ada 2 strategi yang dilakukannya. Pertama strategi penjualan pada segmen fleet dan kedua di segmen retail. Tapi bagaimana pun juga fokus lebih pada penjualan retail. "Pasarnya lebih besar," ujar Yoshitatsu di hadapan media.

Saat ini, Fuso Indonesia bisa meraih sekitar 50 persen pangsa pasar mobil komersial di Indonesia. Untuk kelas light truck Diesel saja yang diwakili Mitsubishi Colt Diesel, Mitsubihi Fuso Indonesia mencatatkan penjualan 28.653 unit pada tahun 2016.

1 dari 2 halaman

Mimpi Iwan Fals yang Terjawab

Tak disangka, ternyata sosok besar musisi Indonesia terkait dengan Mitsubishi Colt Diesel. Ia adalah Iwan Fals.

Ada penggalan kisah di awal karirnya sebagai musisi profesional yang membuat Iwan ingat akan mobil pertama yang dimilikinya. Itulah hal yang membuatnya mau didaulat sebagai ambassador Mitsubishi Fuso."Ini seperti mimpi yang terjawab," ujar Iwan.

Kala itu hasil rekamannya bersama Musica mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Album Oemar Bakri meledak. Sebagai bonus, Musica mengajak Iwan ke showroom mobil. "Saya pilih Colt T120," ujarnya.

Mengapa memilih mobil itu? "Saya ingat waktu SMP dipanggil guru BP. Mau jadi apa, saya jawab mau jadi supir, mau jualan sayur dan saya mau nyanyi," kenangnya. Keputusan itu karena penghasilan seorang musisi belum jelas. "Jadi mobil bisa buat ngompreng sekaligus membawa keluarga untuk liburan.

Di luar itu, Iwan juga pernah membeli truk bekas untuk manggung. "Alhamdulillah ada juga rejeki beli buat manggung. Truk panggung hidrolik beli bekas di Malang, merek Mitsubihsi juga," tambah Iwan tertawa.

Mitsubishi Fuso Indonesia merasa cocok dengan sosok legendaris. Dengan begitu diharapkan tercipta sinergi positif yang membawa nama besar Mitsubishi Fuso di Indonesia. "Karakter serta kharisma Iwan Fals sangat cocok untuk membawa nama Mitsubishi Fuso di Indonesia," jelas Duljatmono Director of MFTBC Marketing Division KTB.

Artikel Selanjutnya
Tiga Jurus Mitsubishi Senangkan Konsumen
Artikel Selanjutnya
Mitsubishi Ingin Kejar Honda dan Daihatsu