Sukses

Top 3 Berita Hari ini: Ksatria Baja Hitam dan Honda BeAT

Liputan6.com, Jakarta - Kisah menarik seputar sepeda motor Ksatria Baja Hitam sukses menarik perhatian pembaca liputan6.com.

Selain itu, informasi mengenai penyakit Honda BeAT dan juga mesin skutik sejuta umat yang dipakai untuk kejuaraan adu irit menjadi sorotan.

Berikut ulasan artikel yang terangkum dalam top 3 berita otomotif hari ini:

1. Tiga Motor Andalan Ksatria Baja Hitam Ada dalam Dunia Nyata

Siapa yang tak kenal Ksatria Baja Hitam (KBH)? Bagi generasi 90-an, tokoh fiksi ini adalah salah satu pahlawan mereka karena tanpa lelah melawan kejahatan yang ingin menghancurkan bumi.

Salah satu aspek yang paling diingat dari karakter asal Jepang tersebut adalah sepeda motornya, yang juga selalu dapat berubah mengikuti karakter yang menunggangi. Saat KBH berubah bentuk, maka motornya pun juga akan menyesuaikan.

Selengkapnya baca di sini

2. 3 Masalah Umum Honda BeAT dan Solusinya

Honda BeAT adalah sepeda motor fenomenal. Pertama kali meluncur pada 2008, per Maret 2016 kemarin skutik ini telah terjual 10 juta unit lebih. Angka ini membuat BeAT jadi matik terlaris Honda di seluruh dunia.

Meski populer, bukan berarti motor ini tak memiliki kelemahan sama sekali. Catatan kami, berdasarkan penelusuran sejumlah sumber, setidaknya ada beberapa masalah yang lumayan sering terjadi pada motor belasan juta Rupiah ini.

Selengkapnya baca di sini

3. Bermodal Mesin Honda BeAT buat Lampaui Jarak 792 Km/Liter

Tim Nakoela Universitas Indonesia (UI) mampu menciptakan kendaraan bermesin Honda BeAT yang diklaim bisa melaju hingga 792 kilometer. Jarak ini ditempuh hanya dengan menggunakan bensin satu liter. Kendaraan ini dinamakan Keris RVI II.

Kendaraan ini berjenis prototipe dengan bentuk yang unik. Ia hanya bisa dikendari satu orang. Lantas, bagaimana kendaraan ini bisa melaju sedemikian jauh?

Selengkapnya baca di sini.

Artikel Selanjutnya
Top3: Empat Warna Suzuki Jimny dan XMax 250 Bikin Ketagihan
Artikel Selanjutnya
Top3 Berita Hari Ini: Warna Suzuki Jimny Baru dan Polisi Sadis