Sukses

Teknologi Hybrid pada Mesin Rotary Baru?

Liputan6.com, Hiroshima - Meski mesin rotary dianggap boros, namun Mazda tetap mengembangkannya. Sebelumnya ini hanya desas-desus. Namun isu ini terkonfirmasi kebenarannya setelah muncul gambar paten di laman US Patent and Trade Office.

Paten tersebut menunjukkan mesin tanpa piston, ciri khas rotary, yang didaftarkan oleh Mazda. Tidak hanya satu, melainkan ada dua paten yang terdaftar.

Paten pertama mirip dengan mobil listrik seperti BMW i3. Di bagian depan tergambar motor listrik sebagai penggerak roda depan, dan di bagian belakang adalah mesin pembakaran internal yang memberikan tenaga untuk generator elektrik.

Di tengah ban depan dan belakang itu, terdapat baterai lithium-ion.

Paten kedua adalah mesin rotary itu sendiri, namun telah dilengkapi dengan sistem start-and-stop. Sistem dirancang untuk mematikan mesin rotary saat tidak dibutuhkan, misalnya saat berhenti di lampu merah, dan akan kembali hidup saat dibutuhkan.

Dua paten ini, menurut sumber, ingin menunjukkan bahwa Mazda memang sedang mensiasati bagaimana mesin rotary bisa lebih hemat bahan bakar. Dan jawabannya, berdasarkan paten ini, adalah menyandingkannya dengan teknologi listrik (hybrid).

 photo RotaryEngine.gif

Tentu, jika terealisasikan, selain hemat mobilnya nanti juga ramah lingkungan.

Februari tahun lalu, sebetulnya juga tersiar kabar bahwa Mazda sedang mengembangkan mesin rotary generasi baru. Bedanya dengan yang ini adalah saat itu disebut bahwa mesin rotary akan dilengkapi dengan turbocharger.

Artikel Selanjutnya
Nissan Note e-Power, Mobil Listrik yang 'Pakai' Mesin Bensin
Artikel Selanjutnya
All New Lexus LS 500, Bikin Grilnya Saja 5 Bulan