Sukses

Periksa Tiga Bagian Ini agar Mobil Tidak Mudah Mogok

Liputan6.com, Jakarta - Mobil mogok di tengah jalan bukan tak mungkin terjadi. Sebab, sekelas mobil mewah ataupun super aman sekalipun tidak menjamin tidak akan mogok. Seperti halnya mobil Presiden Joko Widodo saat kunjungan ke Kalimantan Barat beberapa waktu lalu.

Karena itu, bagi para pemiliki mobil pada umumnya, ada baiknya secara rutin melakukan servis berkala agar kejadian seperti itu tidak menimpa Anda.

Bagi yang tak paham soal seluk belum jeroan mesin, sebaiknya melakukan servis ke bengkel resmi. Sebab, tak dapat dipungkiri terdapat oknum bengkel yang mencari keuntungan dengan cara tidak benar, sehingga memaksa pemilik untuk membeli parts yang tak seharusya di beli.

Adapun beberapa bagian mobil yang patut diketahui jika mobil Anda mogok, yakni:

Cek bagian aki

Pastikan apakah kabel aki kendur atau kencang. Sebab, jika kabel kendur, arus listrik pada aki bisa lemah. Selain itu, apakah aki masih layak pakai. Ini bisa dilihat dari tanda yang tertera di aki itu sendiri.

Jika tandanya warna hijau, berarti aki masih baik. Jika warnanya merah, berarti aki sudah lemah dan harus diganti.

Aki memegang peranan penting. Sebab, sejumlah aksen, fitur atau aksesoris menggunakan listrik yang berasal dari aki. Termasuk dalam menyalakan mobil.

 

1 dari 2 halaman

Next

Cek air Radiator

Perhatikan tanda batas air radiator, apakah berkurang atau masih cukup. Jika berkurang, tambahkan dengan air sampai batas maksimal, jangan lebih.

Jika air radiator berkurang yaitu maka suhu mesin mobil lebih mudah panas sehingga terjadi overheating.

Cek oli

Hampir semua pabrikan otomotif menyarankan agar oli mesin diganti secara berkala. Sebab, oli sendiri berfungsi sebagai pelumas, pembersih, penyekat, pencegah karat dan juga pendingin

Karena kerja oli cukup berat, maka kekentalan oli bisa cepat berubah. Sekalipun mobil tersebut berdiam diri di garasi.

Karena itu, jika waktunya diganti, oli harus diganti. Biasanya, oli diganti jika mobil sudah menempuh jarak 5.000 atau 10.000 kilometer, tergantung jenis olinya.

Artikel Selanjutnya
Dalam Kondisi Mesin Mati, Bisakah Mobil Korsleting dan Terbakar?
Artikel Selanjutnya
Sembarangan Pasang Aksesori Bisa Picu Kebakaran Mobil, Benarkah?