Sukses

Karena Tidak Diperhatikan, CVT Sering Jadi Penyakit Skutik

Liputan6.com, Jakarta - Para pemilik motor matik atau skutik, biasanya tidak memperhatikan perawatan CVT. Padahal komponen ini memiliki peran yang cukup penting, sebagai pengganti rantai, untuk menyalurkan tenaga mesin menuju roda.

Dijelaskan Farid, dari Bengkel Em-Push Racing, perawatan CVT harus dilakukan tiga bulan sekali. Hal ini untuk menghindari masalah pada CVT, yang dapat mempengaruhi performa kendaraan.

"Biasanya, masalah di skutik ada di CVT, padahal komponen ini paling vital. Karena, jarang diperhatikan pemiliknya, CVT jadi kotor banyak debu, bisa bermasalah pada roller, gemuknya abis," jelas Farid saat berbincang dengan Liputan6.com, di bengkelnya, Senin (27/3/2017).

Biasanya, jika CVT bermasalah, akan timbul bunyi-bunyi mengganggu atau mempengaruhi tarikan motor. "Biasanya, untuk perawatan CVT, kena Rp 40 ribu dan untuk ganti roller, untuk Yamaha Mio 70 ribu, sedangkan untuk Honda Beat dan Vario Rp 75 ribu," tambahnya.

Sementara itu, selain roller, biasanya CVT rusak pada bagian rumah roller karena usia pemakaian, dan beban yang berlebih. "Usahakan, diberi gemuk secukupnya, agar rumah roller awet," tambah Farid.

Nah, selain itu, periksa juga V-Belt. Dengan pemakaian yang sering terkena panas, komponen ini pasti getas, dan jika tidak diganti dalam waktu lama bisa putus. "Kalau untuk V-Belt, kalau sudah retak-retak, cepat diganti," pungkasnya.

Artikel Selanjutnya
Perlukah Menguras Minyak Rem Mobil?
Artikel Selanjutnya
Bau Mulut dan Keseimbangan Energi, Ini 5 Penyakit Rekaan Populer