Sukses

Trik Dasar, Banyak yang Tak Tahu Cara Naik Motor Trail

Liputan6.com, Jakarta - Sepeda motor tipe trail yang mampu menjelajah jalur on dan offroad memang memiliki ground clearance lebih tinggi. Ini tak lepas dari penggunaan pelek berukuran 21 inci bagian depan dan pelek 18 inci pada bagian belakang, serta ban pacul yang menambah postur motor menjadi lebih tinggi.

Demikian juga bagian shock breaker disetting berbeda dengan tipe skuter matik, bebek ataupun sport, sehingga dudukanya pun terasa jangkung. Karenanya motor trail mampu melahap medan dengan kontur jalan bebatuan atau lumpur.

Hal ini pula yang kerap membuat para calon konsumen urung membeli motor trail karena bentuknya cukup tinggi.

Namun begitu Instruktur Safety Riding Wahana, Siswanto menyatakan, semua orang memiliki kesempatan untuk mengendarai motor, baik trail atau cross, maupun tipe sport.

Karena itu, Siswanto memberikan sedikit tips cara menunggangi sepeda motor trail, khususnya bagi mereka yang postur badannya kurang tinggi.

Posisi Motor Diam atau Belum Menyala

“Kalau memang tidak sampai naik untuk motor cross, maka yang dilakukan adalah posisi standar tetap miring, kemudian kaki (bagian kiri) menginjak step, lalu badan berdiri (seperti naik tangga), kemudian kaki kanan melangkahi jok dan mendarat di step kanan,” ungkap Siswanto saat ditemui Liputan6.com, beberapa waktu lalu.

Jika sudah melakukan itu, lanjutnya, bagian pantat sedikit digeser, lalu naikkan posisi standar samping.

Selanjutnya, kata Siswanto, untuk setiap akan berhenti, maka bagian pantat harus selalu digeser. Jika berhenti, ada baiknya menggunakan kaki kiri.

“Pasti nyampe, karena paling nyaman itu kaki kiri, robohnya lebih susah. Untuk naik motor trail, jika merasa akan terpeleset, kaki harus mau turun, ini untuk menyeimbangkan,” ungkapnya.

1 dari 2 halaman

Next

Posisi Motor Berjalan

Jika telah mengetahui trik naik motor tinggi, kini giliran saat motor trail dengan posisi mesin siap menyala.

Yang patut diperhatikan ketika bermanuver motor trail jelas berbeda dengan motor sport. Di mana posisi badan ikut miring atau kerap disebut cornering atau belok rebah.

Untuk motor trail, posisi pantat ikut digeser ke arah berlawanan baik kanan atau kiri. Tak lupa, bagian kaki turun sesuai arah belokan.

“Kalau tanjakan, gerakan badan, kalau naik badan agak depan, kalau turun tarik ke belakang. Geser ke kanan kiri pantatnya, kita harus mau turunin kaki kalau mau kepeleset,” ungkap.

Selain itu, kata Siswanto, saat menggunakan trail, ada baiknya meminimalkan penggunaan rem depan.

Artikel Selanjutnya
Perlukah Menguras Minyak Rem Mobil?
Artikel Selanjutnya
Tujuh Cara Jitu Menjual Mobil Bekas Secara Online