Sukses

Seberapa Hebat All New Chevrolet Trax Menari di Pulau Dewata?

Liputan6.com, Jakarta - Chevrolet Trax generasi terbaru telah resmi diluncurkan oleh General motors (GM) Indonesia, beberapa waktu lalu. Model ini mendapatkan ubahan yang cukup signifikan, dari segi eksterior dan interior.

Nah, untuk menguji performa dan ketangguhan All New Chevrolet Trax, beberapa media otomotif nasional, termasuk Liputan6.com mendapatkan kesempatan untuk menjajal sport utility vehicle (SUV) kompak asal Amerika Serikat ini, di Pulau Dewata, Bali.

Dalam sesi test drive kali ini, sebanyak 10 unit All New Chevrolet Trax tipe LTZ, yang masing-masing unit diisi oleh dua jurnalis, siap 'disiksa', dengan titik awal di Gianyar, Bali, menuju kawasan gunung Batur, bali.

"Chevrolet Trax adalah jawaban kami terhadap pertumbuhan pesat pada segmen SUV kompak, dan model ini adalah contoh dari komitmen Chevrolet untuk membawa produk terbaik kepada konsumen di indonesia," jelas Gaurav Gupta, Presiden Direktur GM Indonesia, di sela-sela test drive All New Chevrolet Trax.

Produk terbaik? mari kita kupas tuntas All New Chevrolet Trax:

Eksterior

Untuk desain eksterior, All New Chevrolet Trax memang hadir dengan ubahan yang cukup signifikan. Paling terlihat, adanya penyegaran pada fascia atau muka depan, dan buritan dari model yang diimpor secara utuh atau CBU dari Korea Selatan ini.

Untuk grill Chevrolet Trax baru ini terlihat lebih proporsional, dengan desain lampu utama yang lebih runcing, yang ditempatkan di sudut hingga fender depan. Lampu utama Chevrolet Trax juga sudah tersemat proyektor halogen, dengan kombinasi LED daytime running light (DRL).

Selain itu, terdapat aksen krom pada foglamp, serta lampu pada bagian buritan juga sudah mengadopsi LED dengan dual trail lamp. Untuk varian LTZ, pelek baru Chevrolet Trax 2017 ini sudah mengadopsi ukuran 18 inci.

1 dari 3 halaman

Next

Interior

Berbicara kabin, ubahan yang terlihat di Chevrolet Trax baru ini juga cukup signifikan. Dengan konsol baru yang lebih segar, dashboard dengan material tinggi, sehingga terkesan lebih mewah, serta balutan warna hitam yang elegan.

Untuk sistem hiburan, tersedia sistem MyLink dengan layar sentuh tujuh inci, dengan koneksi Apple Car Play dan Android Auto, Bluetooth, USB, dan Aux.

Fitur panel instrumen pusat kini dilengkapi dengan layar pengukur analog MID 3,5 inci, dengan tampilan speedometer dan tachometer. Tidak lupa, kontrol audio pada setir menambah kenyamanan saat berkendara.

Performa

Setelah puas mengamati ubahan eksterior dan interior, kali ini kita langsung mencoba performa All New Chevrolet Trax LTZ yang dibanderol Rp 305 Juta on the road (OTR) Jakarta ini.

Sesi pertama, Liputan6.com langsung menjadi pengemudi, dan ketika masuk kabin, suasana nyaman cukup terasa, dengan jok yang cukup empuk baik pada alas maupun sandaran. Begitu juga dengan posisi duduk, jok Chevrolet Trax ini mampu memeluk tubuh dengan cukup nyaman.

Untuk kenyamanan, bagi Liputan6.com yang memiliki tinggi badan kurang lebih 175 cm, baik legroom maupun headroom masih memiliki ruang yang lega. Untuk mengatur posisi duduk juga mudah, dengan fitur tilt steering & telescopic.

Visibilitas ke depan pun terasa cukup baik. Dasbor tidak terlalu tinggi, kaca depan cukup lebar, namun Liputan6.com merasa pilar A cukup tebal, sehingga ketika berkedara dan memerlukan pandangan yang jauh lebih luas ke depan kanan, terasa cukup mengganggu.

2 dari 3 halaman

Next

Langsung saja, mesin mobil dinyalakan dengan fitur engine start/stop, terdengar raungan suara mesin turbocharger empat silinder berkapasitas 1.4 liter. Namun, bunyi mesin tersebut kok cukup kasar, bahkan masuk hingga ke kabin dan terasa cukup jelas.

Oke, kita lupakan dulu suara mesin, masuk ke perseneling drive, tenaga mesin cukup responsif, sudah bisa dirasakan ketika putaran mesin menunjukan angka 2.000 rpm.

Sebagai informasi, dengan mesin turbo tersebut mobil ini mampu menghembuskan daya hingga  138 Tk, dengan torsi maksimum sebesar 200 Nm pada putaran mesin antara 1.850 dan 4.900
rpm

Berganti transmisi manual, ketika melewati daerah perbukitan di daerah Bangli, tenaga saat menggunakan transmisi manual lebih responsif, handling cukup enak untuk meliuk-liuk di jalan perbukitan, begitu juga dengan bantingan suspensi yang terasa cukup rigid.

Suspensi tidak begitu empuk, namun masih tergolong nyaman, ditambah dengan pelek berukuran 18 inci, seperti perpaduan yang sempurna untuk menggunakan mobil ini di jalur perkotaan, seperti Jakarta atau jalur pedesaan, dengan kontur jalan perbukitan seperti di Bangli, Bali ini.

Kelebihan

Desain eksterior keren
Interior mewah
Sistem hiburan mumpuni
Performa, handling, dan suspensi yang nyaman

Kekurangan

Bunyi mesin yang kasar
Pilar A tebal, sehingga blind spot besar dan cukup menggangu

Artikel Selanjutnya
Joe Taslim Ajak Emilia Clarke ke Pulau Komodo
Artikel Selanjutnya
4 Band Internasional di Soundrenaline 2017 Patut Ditonton