Sukses

Syarat Mobil Tanpa Sopir Versi Hyundai

Liputan6.com, Seoul - Hyundai, pabrikan asal Korea Selatan, mengatakan bahwa satu aspek yang dibutuhkan dalam pengembangan mobil otonomos adalah jaringan seluler 5G, aspek yang sayangya sampai saat ini masih kurang diperhatikan.

Berbicara kepada Automotive News di ajang Seoul Motor Show, Executive Vice President for Hyundai Auto Intelligence Division, Hwang Seung Ho, mengatakan jaringan 5G penting karena mobil otonomos nantinya perlu mengirim dan menerima data dengan sangat cepat.

Mobil otonomos harus punya respon kilat terhadap dunia luar. Jika tidak, maka ia justru akan jadi benda yang membahayakan.

Hwang mengatakan, mobil dengan jaringan 5G bisa mengantisipasi kecelakaan dengan cara mengaktifkan pengereman otomatis meski ia melaju dengan kecepatan hampir 100 km/jam. Hal ini tidak bisa dilakukan jika mengandalkan jaringan 4G saja.

Sementara untuk saat ini, semua pengembang mobil tanpa sopir masih mengandalkan jaringan 4G. Itu dia mengapa beberapa prototipe yang telah diuji salah satu keterbatasannya adalah tidak bisa melaju cepat.

Sayangnya, Hwang memprediksi jaringan 5G tidak akan hadir dalam waktu dekat. Ia memprediksi 5G baru akan muncul dalam periode 10 tahun ke depan. 5G akan terlebih dulu meramaikan industri ponsel, baru kemudian digunakan oleh industri otomotif.

"Dari sekarang, paling cepat 10 tahun," ujarnya. Karena itu, mobil full otonomos juga ia prediksi baru akan mengaspal satu dekade lagi.

Artikel Selanjutnya
Ford, GM, Nissan, Terdepan dalam Lomba Pengembangan Mobil Canggih
Artikel Selanjutnya
Porsche Bocorkan Rencana Mobil Listriknya, Sehebat Apa?