Sukses

Penjelasan Bengkel Soal Kiprok Pengubah Arus AC ke DC

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa waktu terakhir, grup Yamaha Scorpio di Facebook diramaikan oleh keluhan soal alat yang diklaim mampu mengubah arus AC menjadi DC (kiprok) tanpa mengotak atik spul. Banyak yang sudah menggunakannya.

Alat ini dinamakan Blue Box, dan diproduksi oleh bengkel spesialis Yamaha Scorpio, L12, yang terletak di Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Pada umumnya, untuk mengubah arus AC ke DC, yang harus dilakukan cukup rumit. Misalnya mencopot beberapa kabel pada soket dari spul untuk dinonaktifkan. Sementara alat ini tinggal dipasang menggantikan kiprok standar dan sedikit mengubah jalur lampu.

Alat ini kemudian banyak membuat penggunanya kecewa. Pasalnya, beberapa pengguna justru mengalami masalah setelah memasang alat ini, dari mulai sepul malah jebol, aki juga jebol, bahkan kabel body dan lampu headlamp terbakar.

Rudi Suhendra, pemilik bengkel sekaligus pembuat blue box, kemudian melakukan klarifikasi kepada Liputan6.com dengan menjelaskan cara kerja alat mereka.

Menurut Rudi, prinsip kerja blue box sehingga bisa mengubah AC menjadi DC fullwave tanpa mengotak-atik spul adalah dengan cara memanfaatkan (menjumlahkan) semua sumber arus listrik dari spul (spul 1 dan spul 2, gambar di atas).

Menurutnya, arus listrik hasil spul itu akan lebih besar ketimbang kiprok orisinil. Namun batas tegangannya pasti sekira 15 Vdc, atau kurang lebih sama dari yang dihasilkan kiprok Honda Tiger (14,8 Vdc).

"Dengan tegangan sebesar itu, aman untuk lampu. Tidak akan membuat lampu putus dan aki tidak overcharge," terangnya melalui e-mail.

Namun demikian, sebagaimana dijelaskan melalui diagram di atas, hasil kerja kiprok mereka tergantung kepada kondisi spul sebagai sumber arus. Bila spul memang sudah lemah, maka arus keluaran dari kiprok blue box juga akan kecil.

Soal masalah yang dialami banyak pengguna, menurut Rudi, bukan disebabkan oleh kiprok buatan mereka. Masalahnya bisa dari spul yang memang lemah, atau juga ada kabel korslet, kendur, atau justru terlalu kencang.

Untuk diketahui, sistem kelistrikan AC bergantung pada spul yang digerakkan poros engkol mesin, atau mudahnya ia mengikuti putaran mesin, sementara arus DC langsung dibebankan pada aki. Pada motor, ciri paling jelas sistem AC adalah lampu utama akan semakin terang seiring dengan putaran engine yang meninggi.

Artikel Selanjutnya
Dalam Kondisi Mesin Mati, Bisakah Mobil Korsleting dan Terbakar?
Artikel Selanjutnya
Honda Mulai Investigasi Brio Terbakar