Sukses

Ini Alasan Daihatsu Kenapa Ayla Masih Kurang Fitur

Liputan6.com, Bandung- Daihatsu Ayla terbaru telah dirilis. Dengan berbagai ubahan, mobil dijual mulai dari Rp 92,55 juta sampai Rp 146,25 juta.

Meski terlihat sangat gres, jika dilihat secara detail, Ayla anyar ini masih tetap "kurang" komplet dalam hal fitur. Sekalipun model teratas seperti tipe R Deluxe A/T.

Sebut saja, fitur jendela otomatis, sehingga sekali sentuh kaca akan naik. Selain itu, spion lipat masih manual, tempat penyimpan kartu, atau pengatur lingkar kemudi yang kini biasa menjadi fitur standar sebuah mobil.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra angkat bicara. Alasan kurang fitur tambahan pada Ayla, karena mobil tersebut masuk dalam golongan Kendaraan Bermotor Hemat Bahan Bakar Harga dan Terjangkau (KBH2) atau Low Cost Green Car (LCGC).

“Mohon maaf ya, ini KBH2. Apa juga bisa kami bikin, tapi nanti ceiling (harga)-nya enggak lewat. Masa KBH2 mau ini mau itu. Kalau mau apa pun, mobil bisa kami bikin,” ujar Amel saat ditemui beberapa waktu lalu.

Kata Amel, mobil yang digolongkan untuk KBH2 saat ini memiliki batas harga di angka Rp 90 jutaan. Dengan begitu, jika harus dilakukan dengan berbagai fitur, maka hal tersebut akan berpengaruh terhadap harga jual yang lebih tinggi.

Namun demikian, menurut Amel, Ayla terbaru yang diluncurkan pada 7 April 2017 tersebut, merupakan hasil masukan dari masyrakat. “Masing-masing punya masukan, kalau kami (Daihatsu) mesti memilih kalau dibikin,” ucapnya.

Artikel Selanjutnya
Bermodal Banyak Fitur, Wuling Confero S Dibanderol Rp 150 Juta?
Artikel Selanjutnya
Agya-Ayla Baru Muncul, Bagaimana Nasib Mobil Murah Model Lawas?