Sukses

India Kalahkan China Jadi Market Sepeda Motor Terbesar di Dunia

Liputan6.com, Jakarta Pasar otomotif di India sepertinya terus mengalami pertumbuhan. Tidak hanya roda empat, untuk pasar roda dua, Negeri Hindustan bahkan sudah melampaui Tiongkok sebagai pasar terbesar di seluruh dunia.

Tercatat, penjualan sepeda motor di India tahun lalu sudah mencapai 17,7 juta unit, atau lebih banyak 48 ribu unit sepeda motor terjual. Sementara untuk pasar Negeri Tirai Bambu, penjualan sepeda motornya hanya mencapai 16,8 juta unit tahun lalu.

Disitat AsphaltandRubber, Jumat (12/5/2017), penjualan sepeda motor di Negara Bollywood tersebut memang tengah mengalami pertumbuhan yang signifikan. Dalam jangka waktu tujuh tahun, penjualan kuda besi di India mengalami pertumbuhan sebesar 32 persen.

Sejatinya, penjualan di pasar kendaraan penumpang di India juga tumbuh, namun untuk segmen kendaraan komersial dan kendaraan roda tiga cukup flat atau tidak mengalami pertumbuhan yang signifikan. Dengan demikian, sekitar 80 persen dari kendaraan yang terjual di India merupakan roda dua alias sepeda motor.

Jika dilihat pemicu kenaikan pasar roda dua di India ini ada dua, yaitu semakin meningkatnya pengendara motor dari kaum wanita atau lady bikers. Sementara faktor kedua, semakin baiknya infrastruktur jalan, karena pemerintah India mulai memperbaiki dan membangun jalan beraspal di pedesaan dan perkotaan.

Sementara itu, kondisi terbalik terjadi di Tiongkok. Penjualan sepeda motor di China terus mengalami penurunan, hampir 11 persen di tahun lalu.

Hal ini lebih disebabkan, mulai beralihnya masyarakat Tiongkok untuk menggunakan mobil karena kondisi ekonomi yang semakin membaik. Faktor selanjutnya adalah polusi, dan pemerintah membatasi akses sepeda motor konvensional di perkotaan, dan lebih mengutamakan motor listrik sebagai sarana transportasi.

Kedua faktor tersebut, membuat penjualan sepeda motor di China semakin menurun, dari 19 juta unit sepeda motor terjual pada 2009, hingga saat ini hanya sekitar 17 juta unit terjual setiap tahunnya.

Artikel Selanjutnya
126 Juta Kendaraan Bermotor di Indonesia, Siapa yang Untung?
Artikel Selanjutnya
Pembeli Motor Perkotaan Menuju Titik Jenuh