Sukses

Lupakan Screamer, Pebalap KTM Rasakan Big Bang

Liputan6.com, Jakarta - Pembalap KTM, Pol Espargaró, mengatakan dirinya sangat merasakan perbedaan ketika menunggangi RC16 yang menggunakan mesin baru. Satu aspek yang paling disorot adalah soal akselerasi.

"Kami mengeluhkan soal akselerasi, terutama di gigi dua. Sekarang motor punya traksi bagus karena mesin memungkinkan ban melakukan akselerasi dan kurva tenaga normal," ujarnya, dikutip dari motorsport.com, Sabtu (13/5/2017).

Sampai beberapa race terakhir, KTM adalah satu-satunya tim yang menggunakan mesin bernama screamer. Sementara mesin baru ini diberi nama big bang (big bang engine). KTM adalah tim terakhir yang beralih ke big bang, setelah sebelumnya hal yang sama dilakukan Honda.

"Motor tidak lagi sulit dikendalikan. Segalanya terasa baik. Dan juga hasilnya, kami bisa mengikuti pembalap lain dalam hal akselerasi," tambah pembalap Spanyol itu.

Mesin big bang adalah mesin yang menggunakan empat silinder yang bekerja bergantian. Mesin ini punya keunggulan di sisi kekuatan dan suara mesin lebih lembut.

Sementara mesin tipe screamer, meski sama-sama menggunakan konfigurasi empat silinder segaris, namun silindernya bekerja bersamaan.

Mesin big bang sering dinilai lebih halus dan mudah dikontrol, sementara screamer sebaliknya, liar. Karena itu pula, mesin screamer akan lebih kencang di trek lurus, namun kurang mumpuni di tikungan jika dibanding big bang.

Setelah mesin big bang, KTM rencananya akan mengaplikasikan sasis baru pada RC16. "Jika kami melakukan langkah yang sama (seperti mesin) dengan memakai paket sasis baru, maka hasilnya akan luar biasa," tutup Espargaró.

Artikel Selanjutnya
Tes di Le Mans, Ini Kelebihan Mesin Baru KTM
Artikel Selanjutnya
Mengenal dan Merasakan Fitur Kasat Mata Mazda CX-3, Canggih!