Sukses

Malware Belum Berhenti Bidik Pabrikan Otomotif

Liputan6.com, Paris - Agen keamanan siber pemerintah Prancis, ANSSI, mengatakan pada hari ini (15/5) kalau serangan Malware Ransomeware Wannacry yang dimulai pekan lalu akan terus berlanjut, bahkan dalam beberapa minggu ke depan.

Ini termasuk serangan kepada pabirkan otomotif. Di Perancis, Renault-lah yang pertama kali mendapatkan serangan. Mereka terpaksa harus menghentikan proses produksi di pabrik untuk mengantisipasi serangan meluas.

"Masih ada yang lain," ujar Guillaume Poupard, Head of Agency ANSSI, dikutip dari Reuters, ketika ditanya apakah serangan hanya berdampak pada Renault atau tidak. Renault sendiri dikatakan semakin pulih dari malware ini.

Sayangnya Guillaume tidak menyebut pabrikan mana lagi yang terkena dampak. Namun di Prancis sendiri ada beberapa pabrikan besar yang mungkin jadi korban. Selain Renault, masih ada Citroen, Bugatti, dan Peugeot.

"Kami memprediksi serangan serupa akan secara teratur datang dalam beberapa hari atau minggu mendatang," tambah Guillaume.

Serangan ini bertambah kuat. Guillaume mengatakan kalau penyerang belajar atas kesalahannya. "Penyerang memperbarui perangkat lunak mereka. Penyerang lainnya akan belajar dari metode ini dan akan melakukan serangan," sambungnya.

Malware Ransomeware Wannacry adalah virus dengan perkembangan paling cepat. Jika terkena malware ini, maka data komputer akan "terkunci", dan baru bisa terlepas jika pemilik menyerahkan tembusan dengan nominal tertentu.

Jadi, bisa dibilang ini adalah pemerasan dengan penggunaan teknologi dan kemampuan IT yang tinggi.

Meski saat ini belum ada pabrikan otomotif Indonesia yang terkena serangan, namun sudah ada rumah sakit lokal yang kena imbas. 

Artikel Selanjutnya
Smartphone Belum Tentu Aman dari WannaCry, Ini Penjelasannya
Artikel Selanjutnya
Alasan Korban WannaCry Tak Boleh Bayar Tebusan ke Hacker