Sukses

Luncurkan Duke Terbaru, KTM Angkat Bicara Soal STNK

Liputan6.com, Jakarta - PT Penta Jaya Laju Motor (PJLM) meluncurkan edisi terbaru dari KTM Duke 250 dan Duke 390 di ajang Jakarta Fair 2017 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/6/2017). Masing-masing motor naked bike ini dijual Rp 45,9 juta dan Rp 99,9 juta.

Presiden Direktur PT PJLM Kristianto Gunadi meyakini, kedua model ini dapat menarik hati konsumen di Tanah Air, seperti yang terjadi pada model Duke sebelumnya.

“Target New Duke 390 tidak besar. Karena ada PPnBM. Kami (target New Duke 390) satu bulan prediksi 20-30 unit. Kalau pesan sekarang untuk New Duke 390, tiga bulan lagi barang datang," ujar Kristianto saat ditemui usai peluncurannya KTM New Duke 250 dan New Duke 390.

Sementara untuk KTM New Duke 250, Kristianto menargetkan penjualannya sebanyak 200 unit perbulan, dan akan sampai di garasi konsumen pada Agustus 2017 mendatang.

Nasib STNK

Kehadiran dua model baru Duke ini pun membuat penasaran seperti kasus sebelumnya, yaitu lambatnya Surat Tanda Nomor Kendaraan ke tangan konsumen.

Menanggapi hal tersebut, Kristianto menyatakan bahwa hal tersebut kini tak perlu lagi dikhawatirkan. Sebaliknya, lanjut dia, untuk motor CBU pada waktu tiga bulan adalah tergolong normal.

“Kalau kita lihat brand lain motor Jepang sekalipun, dia bilang kalau tahap awal (STNK) empat bulan, jadi sebenarnya enggak ada masalah, cuma orang ada worry waktu itu,” ungkap Kristianto

Berkaca dengan pengalaman yang telah berlalu, kata dia, saat ini PT PJLM telah melakukan berbagai perbaikan dan persiapan. Termasuk pengiriman STNK KTM.

“Agustus ini, saat kita deliver ke konsumen, STNK itu bisa jadi, cuma kita janji ke customer supaya enggak berekspektasi lebih. Jadi kita bilang setelah kita delivery, 2 bulan kita bisa deliver STNK. Semua dokumentasi sudah prepare,” jelasnya.

 

1 dari 2 halaman

Next

Penyebab Lambannya Pengiriman STNK

Kasus lalu pun dikatakan Kristianto merupakan suatu kesalahan yang terjadi karena misscommunication oleh tenaga penjual atau salesman.

“Pada waktu awal, mungkin salesman tidak sesuai dengan deadline yang kita berikan, jadi mereka takut kalau tiga bulan lost opportunity. Jadi mereka memaksakan dan berjanji lebih awal,” terangnya.

Kristianto juga menepis rumor bahwa masalah STNK karena adanya perpecahan distributor KTM di Indonesia. Sebaliknya, hal tersebut tak berpengaruh dan merupakan persepsi pihak lain.

Adapun konsumen yang memesan saat ini di Jakarta Fair 2017, kemungkinan barang akan diterima pada Agustus mendatang dan juga akan diberikan STNK sementara, sehingga tetap bisa dikendarai.

“Enggak ada lagi (kasus serupa ke depannya). Kita buktikan dengan yang lama pun kita sudah ter-delivery STNK, sampai hari ini kan enggak ada yang complain, normal. Sudah deliver semua, sudah lama itu sejak dua bulan yang lalu sudah kita bereskan semua,” tuturnya.

 

Artikel Selanjutnya
Mana Lebih Cocok, Mobil Listrik, Hybrid, atau CNG?
Artikel Selanjutnya
Membeli Mobil, Perhatikan Fakta Menarik Ini