Sukses

Wanita Asal Indonesia Pimpin Pemasaran Datsun Global di 4 Negara

Liputan6.com, Jakarta - Nissan Motor Indonesia (NMI) mengganti pucuk pimpinan Datsun Indonesia. Jika kursi Head of Datsun Indonesia awalnya dikendalikan orang pribumi, Indriani Hadiwidjaja, kini jabatan tersebut diestafetkan kepada Masato Nakamura.

Indri sendiri diketahui akan naik kelas, karena dia bakal menduduki jabatan baru sebagai Head of Marketing Datsun Global, yang bermarkas di Yokohama, Jepang. Masa jabatan tersebut akan berlaku 3 Juli 2017 mendatang selama dua tahun.

“Tugas saya nanti bertanggung jawab atas penjualan Datsun di empat negara: Indonesia, India, Rusia dan Afrika Selatan," ungkap Indriani saat ditemui wartawan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/6/2017).

Wanita kelahiran Bandung, 30 Maret 1979 itu mengatakan, dengan jabatan yang diembannya nanti, maka hal tersebut akan menjadi tantangan terbesar baginya.

Indri, yang mengawali kariernya sebagai Product Planning Nissan Indonesia sejak 2003, mengatakan tak akan lagi hanya memikirkan fokus pada penjualan Datsun di Indonesia, tetapi juga dengan negara-negara lainnya.

Diangkatnya Indri sebagai Head of Marketing Datsun Global, tentu bukan instan, melainkan berkat kerja kerasnya selama ini.

Sempat keluar dari Nissan karena harus menyelesaikan pendidikan S2 jurusan Marketing di University of Wollonggong, Australia. Pada 2009, Indri kembali ke Nissan, dan langsung menjabat sebagai Senior Manager Marketing & Communication Strategy. Kala itu, dia mendapat kesempatan mengangkat nama Nissan Grand Livina.

Hingga akhirnya, pada 2013, Indri harus menjadi Head of Datsun Indonesia. Selang setahun, penjualan Datsun pun melonjak cukup baik untuk kelas Low Cost Green Car (LCGC).

Sementara itu, sang penerus Indri, Masato, saat ini memiliki tugas yang cukup berat. Pasalnya, penjualan Datsun memang tergolong lesu dalam beberapa bulan terakhir.

Hal ini karena pada tahun lalu, Datsun Go+ Panca yang memiliki konfigurasi tempat duduk 5+2, harus menerima kekalahan dari pendatang baru Toyota Calya dan Daihatsu Sigra. Alhasil, penjualan Datsun Go+ Panca terus merosot.

Kendati demikian, Masato sendiri bukanlah anak baru di dunia marketing, khususnya bidang otomotif. Pasalnya, pria berdarah Jepang tersebut juga sempat menduduki jabatan penting di Nissan.

Menurut Masato, dengan pengalamannya tersebut, dia percaya dapat berkontribusi dengan baik untuk Datsun.

“Indonesia adalah pasar yang penting. Kami akan memberikan kepuasan pelanggan Datsun," tutupnya.

 

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Ini Daftar Negara Jajahan Mitsubishi Xpander, Apa Saja?
Artikel Selanjutnya
Achilles dan Wonderful Indonesia Perkuat Spirit