Sukses

Motor Listrik Muncul, Produsen Oli Merasa Terancam?

Liputan6.com, Jakarta - Keberadaan motor listrik di Indonesia sudah mulai bermunculan, dengan kehadiran Zero Motorcycle beberapa waktu lalu, dan juga Viar yang sudah resmi meluncurkan Q1. Selain itu, motor listrik besutan Garasindo dan Institut Sepuluh November (ITS), Gesits juga siap mengaspal di Tanah Air dalam waktu dekat.

Dengan status sebagai motor listrik, kendaraan ini memang tidak memerlukan perawatan yang ribet layaknya motor konvensional (bensin), salah satunya tidak perlu mengganti pelumas atau oli secara berkala.

Melihat hal tersebut, salah satu produsen pelumas di Tanah Air, Evalube, melihat perkembangan mobil listrik ini ancaman bagi industri pelumas.

"Otomatis ancaman buat industri kita, walaupun ada pelumasan pasti kita harus belajar dulu. Pelumasan itu bisa dipakai berapa lama, jika oli mesin jelas harus ganti 2.000 km atau 5.000 km," jelas Ivan Rastianto, Marketing Manager Evalube, saat berbincang dengan wartawan di Kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (12/6) malam.

Lanjut Ivan, saat ini pihaknya sudah melakukan penjajakan dengan berbagai pihak untuk pengembangan penggunaan pelumas di motor listrik. Meskipun tidak menggunakan oli secara berkala, masih ada bagian motor listrik yang harus menggunakan pelumas.

"Pelumas masih ada di penggerak roda gigi misalkan, dinamo biar tetap longcer harus pakai pelumas juga. Posisinya masih terus belajar, dan kerjasama dengan supplier di luar negeri," tambahnya.

Pihak Evalube meyakini, motor listrik pasti akan berkembang di Indonesia meskipun masih membutuhkan waktu yang cukup lama. "Tentunya bisa dipercepat, dengan regulasi pemerintah. Tapi hingga saat ini masih tidak ada respon untuk itu, karena bakal mengubah peta bisnis motor juga," tutupnya.

 

Simak video menarik di bawah ini:

Artikel Selanjutnya
Top3: Turbocharger dan Risiko Kebakaran Mobil
Artikel Selanjutnya
Mungkinkah Mobil Terbakar Terpicu karena Masalah Aki?