Sukses

Suara-Suara Aneh dari Mesin Motor

Liputan6.com, Jakarta - Kerusakan pada mesin sepeda motor dapat dideteksi melalui pancaran suara yang keluar dari sana. Ketika semua komponen berjalan baik, maka suaranya akan halus, tidak ada yang aneh. Sebaliknya, dalam kondisi tidak biasa, suara yang keluar akan aneh.

Di luar negeri bahkan ada ilmu yang khusus menganalisis mesin lewat bunyinya. Ilmu ini dikenal dengan nama analysis through engine sound.

Mendeteksi secara presisi komponen mana yang rusak dapat diketahui dengan mengecek asal suara. Pasalnya, beda asal suara, maka beda juga komponen yang rusak. Kepada Liputan6.com, Eko Safitrianto, mekanik Clinic Motor menjelaskan lebih jauh soal itu.

Berisik setelah ganti oli

Suara berisik bisa muncul setelah oli motor diganti. Hal ini disebabkan karena spesifikasi oli tidak cocok dengan kebutuhan kendaraan. Suara berisik terdengar merata di semua bagian mesin.

Oli yang baik adalah yang dapat melumasi mesin secara menyeluruh. Jika kekentalannya tidak sesuai dengan kerenggangan tiap komponen, yang terjadi adalah komponen itu saling bergesekan tanpa ada pelumas di antaranya. Alhasil, suara berisiklah yang keluar.

Suara berisik juga bisa terjadi karena oli belum "naik". Kejadian ini umumnya terjadi pada pagi hari ketika mesin baru pertama kali dihidupkan. Namun, setelah beberapa lama, suara hilang. Ini menandakan oli sudah "naik", serta menunjukkan kalau memanaskan motor masih penting.

 

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini:

1 dari 2 halaman

Next

Berisik di kanan mesin

Suara berisik pada kanan mesin mirip seperti benda yang lepas atau longgar. Biasanya ini muncul ketika kopling ditekan.

Penyebab paling umum dari timbulnya suara ini adalah bearing atau laher kopling aus, pecah, dan retak. Masalah juga bisa berasal dari rumah kopling sentrifugalnya sudah "oblak". Tidak ada cara lain untuk mengatasi masalah ini dengan mengganti komponen yang rusak.

Suara kasar dari kiri mesin

Kalau keluar bunyi "kretek-kretek" dari sebelah kiri mesin, maka kemungkinan rantai keteng (rantai mesin) sudah kendur. Rantai keteng yang baik adalah yang punya keregangan yang pas. Ketika kendur, maka yang terjadi adalah rantai akan bergesekan dengan komponen terdekat lain.

Namun perlu digaris bawahi kalau rantai keteng itu tidak selamanya ada di kiri. Pada motor tertentu, misalnya Yamaha Scorpio, rantai keteng berada di sebelah kanan. Dengan begitu, diagnosa asal suara berisik juga harus melihat jenis motornya.

Kalau ini sudah terjadi, maka tidak ada cara lain selain mengganti rantainya. Soal harga, ia tergantung pada model itu sendiri. Rantai keteng Satria Fu misalnya, harganya Rp 170 ribu.

 

Artikel Selanjutnya
Motor Roda Tiga Listrik, Cocok buat Emak-Emak Keliling Komplek
Artikel Selanjutnya
Hebat, Motor Ini Bisa Libas Segala Medan dan Masuk Koper