Sukses

Main ke Mercedes-Benz Museum, Jangan Hari Senin

Liputan6.com, Stuttgart - Di sela acara Bosch Mobility Experience 2017 yang dihelat di Boxberg, Jerman, 5 Juli kemarin, Liputan6.com berkesempatan mengunjungi salah satu museum otomotif paling beken di seluruh dunia, Mercedes-Benz Museum.

Satu hal menarik dari museum ini adalah ia adalah satu-satunya tempat di dunia ini yang bisa mendokumentasikan sejarah industri otomotif dalam kurun waktu lebih dari 130 tahun. Model tertua yang bisa ditemukan di tempat ini adalah Benz Patent-Motorwagen, yang diproduksi pada 1886.

Sedikit data mengenai museum, ia memiliki luas hingga 16.500 meter persegi dengan arsitektur modern. Total ada 160 kendaraan yang dipamerkan secara kronologis. Selain mobil, dipamerkan pula beberapa pesawat yang juga sempat Mercy buat. Ada pula mesin untuk perahu.

Seluruh mobil tersebut dikelompokkan berdasarkan usia. Mobil tertua yang ada di museum ini menempati lantai teratas, bersama mobil-mobil generasi awal lainnya yang bentuknya menyerupai kereta kuda. Makin ke bawah, koleksi akan semakin modern.

Bukan hanya mobilnya saja, museum ini juga menyimpan koleksi-koleksi perlengkapan balap dari masa lalu, dari mulai baju, helm, sampai kaca mata.

Menariknya informasi tentang koleksi tidak perlu repot-repot dibaca. Pasalnya, pengelola museum telah menyediakan gadget khusus yang berisi informasi tentang itu. Gadget tinggal diarahkan pada salah satu koleksi, lalu sound recorder berisi informasi koleksi tersebut otomatis terputar.

Berdasarkan informasi di laman resmi mereka, untuk berkunjung ke museum ini hanya butuh memperhatikan satu hal: jadwal pertandingan VfB Stuttgart. Pasalnya, akses ke museum yang dekat dengan stadion klub bola tenar tersebut mungkin saja dibatasi kalau sedang ada pertandingan.

Soal tiket, museum membaginya dalam beberapa kategori pengunjung. Orang dewasa individu biaya tiketnya sebesar 10 euro, pelajar 5 euro, dan grup dengan lebih dari 10 orang biayanya 9 euro. Jam bukanya pukul 9 pagi sampai 18 petang, dari Selasa sampai Minggu.

Artikel Selanjutnya
BPRD DKI Datangi Apartemen Penyanyi Syahrini, Tagih Pajak?
Artikel Selanjutnya
Mobil Soft Top Tidak Aman di Indonesia, Mengapa?