Sukses

Kesalahan Pengguna Cairan Penambal Ban, Apa Saja?

Liputan6.com, Jakarta - Menggunakan cairan penambal ban yang dimasukkan ke ban tubeless, bisa jadi solusi untuk menghindari ranjau paku. Namun, banyak kesalahan pengendara yang justru membuat cairan tersebut tidak bekerja maksimal.

Dijelaskan Jordan H, Sales Manager PT Tetsan- Maju Bersama (TMB), produsen cairan penambal ban IML selain lubang paku yang terlalu besar, kadang juga anginnya yang kurang.

"Jadi gini, kalau anginnya tidak standar atau kurang juga tidak akan maksimal. Jadi, ketika mencabut paku dan anginnya berkurang jangan malas isi angin atau nitrogen," jelas Jordan saat berbincang dengan wartawan di Jakarta Fair Kemayoran, belum lama ini.

Lanjut Jordan, penting tidaknya menambah angin atau nitrogen ketika ban terkena paku, bisa dilihat dari kondisi ban. "Biasanya, memang ketika paku dicabut angin pasti berkurang, tapi sedikit atau tidak keluarnya kan bisa dilihat saat dinaiki kembali," jelasnya.

Maka dari itu, pihak TMB menyarankan saat mencabut paku langsung putar ban ke bawah. Pasalnya, cairan penambal ban itu berada di bawah jadi bisa langsung bisa tertutup. "Amannya memang ketika mencabut paku, posisi paku berada di bawah," tambahnya.

Sementara itu, untuk penggunaan cairan penambal ban ini memang rata-rata di ban tubeless, dan tidak disarankan untuk penggunaan di ban tube type. "Bukannya tidak bisa, bisa saja. Tapi permukaan ban dalam itu kan lebih tipis, jadi ketika paku tidak dicabut tetap akan merusak ban," pungkasnya.

Artikel Selanjutnya
Perlukah Menguras Minyak Rem Mobil?
Artikel Selanjutnya
Jangan Panik, Lakukan Hal Ini Jika Alami Rem Blong