Sukses

Apa Bedanya Sistem Kelistrikan AC dan DC pada Motor?

Liputan6.com, Jakarta Sistem kelistrikan motor terbagi menjadi dua, yaitu AC atau DC. Namun, bagi pemilik kuda besi yang butuh arus listrik yang lebih besar dan stabil, memang harus mengadopsi sistem kelistrikan DC.

Menurut Michaell, Chief Mechanic MotoTAG, terdapat kelebihan dan kekurangan menggunakan dua sistem kelistrikan tersebut. Meskipun, untuk mengakomodasi performa motor tetap disarankan menggunakan sistem kelistrikan DC.

"Kalau kelebihan AC pasti lebih murah, namun untuk kekurangannya suplai listrik jadi tidak maksimal," jelas Marcell saat berbincang dengan Liputan6.com, di bengkelnya Jalan Kembang Kerep Raya Nomor 9B, Meruya Utara, Jakarta Barat, Selasa (25/7/2017).

Lanjut pria tambun ini, untuk sistem kelistrikan DC memang lebih banyak keuntungannya, yaitu suplai listrik lebih besar dan statis. Sedangkan untuk kekurangannya, pasti biayanya lebih mahal.

"Menggunakan sistem kelistrikan disarankan harus ganti aki. Terlebih yang masih menggunakan aki basah, dan direkomendasi menggunakan aki dengan ampere yang lebih besar dari standar," tambahnya.

Sederhananya, sistem kelistrikan AC arus listrik saat mesin hidup, masuk ke magnet dan sepul, lalu ke kiprok dan kembali ke aki untuk menyalurkan listrik ke komponen lain. Jadi, arus listrik mengikuti putaran mesin jadi tidak statis.

"Sedangkan untuk DC, kiprok dapat menstatiskan arus listrik jadi lebih teratur arusnya. Perlu diingat, mengganti kiprok juga sebaiknya menggunakan part original (bawaan pabrik), dan saat mengganti kabel juga harus tetap mengikuti ukuran pabrikan," pungkasnya.

 

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
BMW i3, Satu-satunya Mobil Listrik Siap Pakai di GIIAS 2017
Artikel Selanjutnya
Sorot Lampu Mercedes-Benz Menghadapi Era Mobil Listrik