Sukses

Ini Bagian Ban yang Haram Ditambal

Liputan6.com, Sentul - Ban mobil atau motor kerap mengalami kebocoran. Salah satu penyebabnya adalah tertusuk ranjau paku.

Namun perlu dicatat, meski ban bocor bisa di-repair dengan cara ditambal, tetapi hal tersebut tidak semua bisa dilakukan khususnya jika masalah terjadi dibagian samping.

Menurut Performance Development Plan Segment Manager PT Michelin Indonesia Refil Hidayat, jika ban bocor dibagian samping cara yang paling tepat adalah menggantinya.

Kata Refil, ban bocor harus diganti karena bagian tersebut sangat berhubungan langsung dengan konstruksi ban, di mana sisi ban berteknologi radial, jika dibongkar secara keseluruhan terdiri dari benang, sedangkan bagian tapak ban lebih kuat karena memiliki besi.

“Pada bagian ban samping (kontruksi ban) akan lebih sering naik-turun, lebih banyak seperti suspensi. Kalau benang sudah putus, lalu ditambal, dia (terganggu) akan naik-turun terus,” ujar Refil saat ditemui usai peluncuran ban Michelin Pilot Sport 4S di Sirkuit Sentul, Bogor, Jumat (28/7/2017).

Sebalikya, Refil menyatakan, jika ban bocor di bagian tapak hal masih diperbolehkan dilakukan penambalan. Hanya saja, untuk melakukan tambal harus diperhatikan berapa jarak antara lubang baru dengan lubang lama.

Karena itu, disarankan maksimal penambalan ban bocor hanya berjarak enam milimeter. jika lebih dari itu, tidak direkomendasikan, karena dapat merusak struktur ban.

Simak juga video menarik di bawah ini:

1 dari 2 halaman

Ini Pentingnya Menjaga Tekanan Angin pada Ban

Ban merupakan satu-satunya komponen pada mobil yang bersentuhan dengan aspal. Dengan kata lain, ban merupakan satu-satunya jembatan penghubung antara mobil dengan jalanan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan kesehatan ban.

Bagaimana caranya? Cara yang paling mudah adalah menjaga asupan udara pada ban mobil. Jangan pernah membiarkan mobil berjalan dengan keadaan tekanan angin ban mobil kurang terisi.

Menurut TyreSafe, banyak sekali kerugian yang diakibatkan oleh kurangnya tekanan angin pada ban. Kurangnya tekanan angin akan membuat mobil lebih sulit dikendalikan, jumlah permukaan ban yang menempel pada roda berkurang hingga setengahnya. Jika ban tidak menyentuh permukaan secara menyeluruh, traksinya tidak sempurna, dan pengereman tidak akan optimal. Artinya, jarak pengereman akan semakin jauh, terutama di jalanan basah.

TyreSafe mengungkapkan tekanan ban yang lebih kecil 10 persen dibanding standar pabrikan, akan mempercepat ban aus hingga sepuluh persen. Fakta lainnya, energi yang dikeluarkan mesin untuk memutarkan roda akan lebih besar, sehingga bahan bakar lebih boros.

Stuart Jackson, Chairman of TyreSafe, mengatakan," Menjaga tekanan angin pada roda adalah hal termudah yang bisa dilakukan, menjaga keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lainnya. Ini adalah solusi terbaik untuk semuanya, jadi mengejutkan jika masih banyak pengguna jalan tidak memastikan tekanan angin yang tepat pada mobil."

Kendaraan biasanya memiliki dua pengaturan tekanan angin, pengaturan tersebut akan bergantung kepada bobot, apakah bermuatan penuh atau ringan. Hal lain yang tidak kalah penting adalah memeriksa tekanan ban cadangan, dan pastikan kondisinya layak jika suatu saat harus digunakan.

Artikel Selanjutnya
Dalam Kondisi Mesin Mati, Bisakah Mobil Korsleting dan Terbakar?
Artikel Selanjutnya
Sembarangan Pasang Aksesori Bisa Picu Kebakaran Mobil, Benarkah?