Sukses

Sistem Ganjil-Genap di Tol, Apa Sebenarnya Kata Pengelola Jalan?

Liputan6.com, Jakarta - Sistem ganjil genap seperti yang telah diberlakukan di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman juga diwacanakan akan diberlakukan di Tol Jakarta-Cikampek. Hal inipun diutarakan langsung Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek  (BPTJ) Bambang Prihartono beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal tersebut Kepala Badan Pengaturan Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna ikut angka bicara. Menurut dia, meski belum direalisasi, wacana tersebut bukan semata-mata tanpa sebab.

Sebaliknya, kata dia, niatan BPJT menggunakan sistem ganjil genap untuk mengurai kemacetan karena kendaraan yang masuk lajur Tol Jakarta-Cikampek kini telah melebih kapasitas.

“Jadi dalam konteks itu, niatan ini baik-baik saja, bagus, dan bisa jadi solusi kalau sudah diterapkan, sehingga membuat meningkatnya pelayanan di jalan tol menjadi lebih baik,” ungkap Herry saat berbincang dengan Liputan6.com, Rabu (16/8/2017).

Jika sistem ganjil genap diterapkan, lanjut Herry, bukan tak mungkin sebanyak 50 persen jumlah kendaraan secara otomatis bisa berkurang. Tapi menurutnya harus ada peraturan daerah atau aturan yang tertulis, sehingga pengemudi yang bersalah bisa dikenakan tilang sesuai keputusan berlaku.

Diketahui, niatan BPJT menerapkan sistem ganjil genap tak lain untuk mengurangi kemacetan. Hal ini karena beberapa ruas jalan dipersempit untuk dan digunakan pembangunan infrastruktur jalan. Alhasil jalanan menjadi macet dan menjadi momok yang menakutkan.

Kendati demikian untuk menerapkan hal itu, pemerintah harus lebih dahulu melakukan sosialisai pemberlakuan sistem ganjil genap di Tol Jakarta-Cikampek.

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Ikut Sumbang Pajak, Pembatasan Motor di Sudirman Tak Tepat
Artikel Selanjutnya
Menhub: Motor Dilarang Lewat Sudirman Bukan Diskriminasi