Sukses

Mobil Pilihan Budi Waseso, Seperti Apa?

Liputan6.com, Jakarta - Budi Waseso, Kepala Badan Narkotika Nasional, ternyata suka otomotif. Toyota Land Cruiser adalah mobil idaman pria yang akrab disapa Buwas ini.

Kepada Liputan6.com, di kediaman dinas TNI AD, Bulak Rantai, Kramatjati, Jakarta Timur, Sabtu pekan lalu, Buwas mengatakan bahwa dirinya sudah menyukai mobil 4WD ini sejak kecil.

"Kalau kamu pintar, kamu kerja, kamu bisa punya duit. Maka kamu belajar yang baik. Besok kamu punya uang kamu beli (hardtop)," terang Buwas mengikuti ucapan bapaknya berpuluh tahun lalu. Sejak saat itu ia bercita-cita ingin punya hardtop.

Dari latar belakang itu tidak heran kalau yang ia miliki adalah hardtop yang cukup jadul, keluaran 1980-an. Mobil ini ia restorasi beberapa tahun. "Ini baru beres beberapa minggu lalu, dua tahun bangun (rebuilt) ini. Mulai dari nol," sambung Buwas.

Menurut dia, perlu kesabaran untuk bisa merestorasi mobil tersebut. Terlebih lagi, konsep yang dibangunnya adalah orisinalitas, meski ada polesan kekinian yang diterapkan, misalnya sabuk pengaman pengemudi dan penumpang.

Land Cruiser sendiri memang punya sejarah yang cukup panjang. Mobil off road serbaguna ini mulai diproduksi pada 1954. Sejak saat itu, Land Cruiser sudah dirancang dalam berbagai bentuk. Selain hardtop, ada pula yang convertible dan station wagon.

Sebutan hardtop sendiri dikarenakan atap (top) mobil tersebut memang keras.

Kalau dilihat dari bentuknya, mobilnya Buwas ini termasuk dalam Land Cruiser FJ40 (40 Series),yang dibangun antara 1960 sampai 1985. Saat diluncurkan, mobil ini dilengkapi dengan mesin 3,9 liter Tipe F, dengan disandingkan dengan transmisi tiga percepatan.

Beberapa mesin lain yang diperkenalkan adalah 4,2 liter 2F, 3,0 liter Diesel, serta 3,6 liter. Mobil ini adalah Land Cruiser paling populer di Indonesia.

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini:

1 dari 2 halaman

Sejarah

Sejarah Seri 40 dapat ditelisik sejak keberhasilan FJ20 menembus pasaran, terutama pasar di luar Jepang. Menurut laman resmi Toyota, untuk membuat perbaikan menyeluruh, Toyota memutuskan untuk membuat Seri 40.

Beberapa perubahan yang dilakukan adalah tampilan luar serta teknik produksi yang lebih modern.

Adapun yang termasuk dalam lineup Seri 40 adalah FJ40 wheelbase pendek, FJ43 wheelbase menengah, dan FJ45 wheelbase panjang.

FJ43 diproduksi dengan 2 variasi, yaitu hardtop dan softtop, sementara FJ45V ada yang diproduksi dengan variasi van dan pikap. Varian terakhir khusus diproduksi untuk ekspor.

Pada 1967, permintaan pasar meningkat pesat. FJ45V pun digantikan dengan FJ55V. Di tahun sebelumnya, Land Cruiser secara umum menjadi mobil Toyota yang paling laris di Amerika Serikat. Sementara setahun setelahnya, Land Cruiser terjual 100 ribu unit di seluruh dunia.

Di tahun 1974, terjadi perubahan cukup penting dalam sejarah hardtop ini. Sebab, di tahun tersebut Toyota menawarkan mesin diesel 3,0-liter. Mesin baru ini membuat penjualan Land Crusier meningkat tajam di Jepang karena pajak yang lebih rendah.

Setahun setelahnya, mesin 3,9-liter diganti seluruhnya dengan mesin berkapasitas lebih besar dan lebih kuat, yaitu Tipe 2F 4,2-liter.

Perubahan pun terus dilakukan. Misalnya, di tahun 1979, Hardtop dilengkapi dengan pendingin udara dan power steering, sementara di tahun 1981 ia mendapat rem cakram untuk pertama kalinya.

Land Cruiser Seri 40 akhirnya dihentikan produksinya pada 1984. Kiprahnya digantikan Seri 70 yang masih diproduksi hingga saat ini. Tetapi, bukan berarti ia tidak lagi digemari. Terbukti, Seri 40 masih saja diburu banyak orang. Bahkan, banyak juga yang melakukan restorasi dengan biaya hingga puluhan juta demi mengembalikan mobil ini ke bentuk aslinya.

Artikel Selanjutnya
Fadli Zon: Pansus Hak Angket KPK Sudah Benar
Artikel Selanjutnya
Siapa Saja yang Terlibat Investigasi Kebakaran Honda Brio?