Sukses

Ketika Jhody 'Super Bejo' Berbicara Pembatasan Sepeda Motor

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk menambah wilayah pelarangan motor. Bahkan, aturan ini siap diuji coba mulai 12 September 2017 mendatang, dan akan berlangsung selama satu bulan.

Menanggapi hal tersebut, komedian yang memiliki hobi naik motor, Jody Sumantri atau yang lebih dikenal sebagai Jhody Bejo berpendapat, pelarangan sepeda motor ini memang harus dilakukan, karena sudah terlalu banyak motor yang berada di jalanan dan menyebabkan kemacetan.

"Ya harus pembatasan motor. Kalau dilihat di perempatan Pancoran, coba dihitung setiap lampu merah ada berapa motor," jelas pria yang mendirikan klub motor Ahoy Geboy ini saat berbincang dengan Liputan6.com, belum lama ini.

Lanjut pria pelantun lagu "Gue Ingin" ini, dengan pembatasan wilayah bermotor, maka transportasi umum bisa terlaksana. Dengan begitu, masyarakat mendapatkan kemudahan jika berpergian dari satu tempat ke tempat lainnya.

"Kalau secara pribadi, gue setuju. Semoga jalanan bisa lancar, dan semua bisa menikmati. Kalau suatu hari gue berlaku ganjil genap, ya udah satu hari gue naik yang lain, bisa naik taksi online, atau angkutan umum lainnya," tambahnya.

Selain mengeluarkan pendapatnya mengenai larangan pembatasan sepeda motor, Jhody juga mengungkapkan soal banyaknya masyarakat yang tidak atau menunda membayar pajak kendaraan bermotor, khususnya mobil atau motor mewah.

"Jadi kalau bicara akar, ya sudah mengakar sejak dahulu. Sorry to say, mungkin sudah rahasia umum yang tidak memiliki surat kendaraan banyak, dan biar tetap bisa jalan-jalan, bernaung macam-macam, ada yang ke klub, dan lain-lain. Kalau gue sih tidak pernah punya kendaraan bodong," tegasnya.

Simak Video Menarik Berikut Ini:

1 dari 2 halaman

Pernah Punya Harley-Davidson

Berbicara soal motor, Jhody Super Bejo pada 2015 silam pernah bercerita terkait hobinya merawat motor gede (moge), Harley-Davidson (HD).

Namun karena terlalu mahal, kesukaannya terhadap motor besar pun harus diturunkan menjadi motor kecil.

"Sekarang gue harus ngerem. Kalau ngikutin ego, berat sob. Sekarang hobi gue diturunin cc nya, dari Harley ke jenis Cleveland. Dan ternyata juga sama-sama seru," saat berbincang dengan Liputan6.com, 2015 silam.

Penggemar batu akik ini juga menceritakan bagaimana mahalnya mengoleksi motor Harley. "Motor Harley itu hitungannya belum jadi, dan kita mesti nambah segala macam. Kalau motor yang sekarang gue miliki kan sudah jadi," ujar Djody.

Artikel Selanjutnya
Pembatasan Sepeda Motor, Efektif?
Artikel Selanjutnya
Motor Menguasai Zebra Cross, Pejalan Kaki Nekat Lakukan Ini