Sukses

Pangling, Ini Mitsubishi Xpander atau Delica ?

Liputan6.com, Tokyo - Mitsubishi Delica generasi baru dilaporkan akan diperkenalkan ke publik di Tokyo Motor Show 2017, Oktober nanti. Yang menarik, penantang Nissan Serena dan Mazda Biante akan mengadopsi wajah baru milik Xpander, Dynamic Shield.

Di Indonesia, Mitsubishi yang dulu masih bernama PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) memperkenalkan Delica pada Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014. Tampil dengan karakter SUV, "wajah" Delica cukup kaku dengan grill berbentuk vertikal.

Motor Magazine dalam laman resminya merilis gambar digital (render) dari Delica baru-baru ini. Hampir tidak ada yang berbeda dari keduanya, kecuali lampu utama. Pada Delica, lampu utama digantikan dengan lampu bulat, mungkin foglamp. Sementara lampu utama ditempatkan di atas.

Bagian belakang juga nyaris sama, kecuali bahwa untuk Delica penampangnya lebih luas dan juga lampu yang lebih lebar. Selain itu, Delica punya fender yang lebih mencolok, serta pintu geser.

Meski tampaknya begitu menarik, belum bisa dipastikan apakah Delica baru benar-benar mengadopsi tampang Xpander. Sumber juga tidak menulis apakah ini informasi dari Mitsubishi langsung ataukah hanya kreativitas mereka saja. Tentu kalau cuma "iseng", banyak yang akan kecewa.

Namun yang jelas, memang sudah waktunya Delica ini tampangnya diubah total. Maklum, merek global ini telah bertahan dalam wujudnya yang sekarang sejak 2006 lalu.

Masih berdasarkan sumber yang sama, dikatakan bahwa di balik kap akan ada mesin baru berkubikasi 2,2 liter turbodiesel. Informasi lain yang tertera adalah mobil ini dikembangkan menggunakan platform Outlander, serta hanya dilengkapi dengan pilihan pengerak semua roda.

Simak Video Menarik Berikut Ini:

1 dari 2 halaman

Bahasa Desain

Dynamic Shield diciptakan oleh Tsunehiro Kunimoto, Manajer Desain Mitsubishi Motors. Mobil pertama yang mengadopsinya adalah Outlander PHEV, lalu Pajero Sport.

Model ini dikemas dengan desain fascia yang menyerupai huruf "X" dengan headlamp dan grill yang terapit di tengah-tengahnya. Garis samping bodi disambungkan ke sisi kanan dan kiri bumper.

Kunimoto mengatakan, desain ini terinspirasi dari dua sumber. Pertama, desain unik yang dimiliki Pajero, yang bumper-nya dirancang untuk melindungi penumpang dan mobil itu sendiri, serta jalur masuk udara di bawah grill milik Evolution yang desainnya berbentuk trapesium.

Selain Mitsubishi, ada juga pabrikan lain yang punya "bahasa desain", di antaranya Kia dengan Tiger Nose-nya, dan Mazda dengan KODO-Soul of Motion.

Semuanya dilakukan dalam rangka menciptakan ciri khas merek masing-masing. Selain itu, dengan bahasa desain terstandardisasi seperti itu, proses riset dan pengembangan mobil bisa lebih efisien.

    Artikel Selanjutnya
    Mitsubishi Xpander Melesat, SPK Tembus Belasan Ribu Unit
    Artikel Selanjutnya
    Mitsubishi Kejar Pengiriman Xpander hingga Akhir Tahun