Sukses

Porsche Cayenne Baru Lebih Ringan dan Bertenaga

Liputan6.com, Stuttgart - Porsche Cayenne diperbarui tahun depan. Dengan menggunakan platform baru, mid-size luxury crossover itu akan lebih ringan, bertenaga, dan cepat.

Dilaporkan Automotive News, penggunaan aluminium dan penghemat berat lain membuat Cayenne generasi ketiga ini lebih ringan 65 kilogram. Sebagian besar eksterior terbuat dari aluminium.

Sementara kecepatan dan tenaganya meningkat seiring dengan modifikasi di bagian mesin. Cayenne 3,0 liter single-turbo V6 menyemburkan output 340 Tk, 40 Tk lebih tinggi ketimbang Cayenne yang eksis sekarang. Kecepatannya, hanya butuh 5,9 detik untuk sampai pada 100 km/jam.

Sebagai pembanding Cayenne terkini perlu waktu 7,3 detik untuk sampai ke kecepatan yang sama.

Hal yang sama berlaku pada varian mesin lain. Cayenne S dengan dukungan mesin 2,9 liter, misalnya, hasilkan tenaga 440 Tk atau naik 20 Tk ketimbang Cayenne S yang ada. Untuk sampai pada kecepatan 100 km/jam hanya butuh waktu 4,9 detik, dibanding 5,2 detik pada versi terakhir.

Platform yang dipakai pada Cayenne baru ini dinamakan "MLB", dikembangkan langsung oleh perusahaan induk mereka Volkswagen Grup. Platform MLB juga dipakai untuk membangun Porsche Macan dan beberapa model Audi, perusahaan "saudara" Porsche.

Perubahan lainnya adalah dimensi. Meski jarak sumbu roda tidak berubah pada 114 inci, tapi panjang kendaraan meningkat jadi 194 inci. Volume penyimpanan barangnya pun naik hampir 15 persen.

Tidak lupa, pada Cayenne anyar ini ditanamkan "Sistem Manajemen Komunikasi" baru yang memberikan kendaraan tingkat konentivitas yang tinggi. Tersedia pula layar sentuh beresolusi tinggi 12,3 inci sebagaimana yang terdapat pada Panamera, diluncurkan tahun lalu.

Simak juga video menarik di bawah ini:

1 dari 2 halaman

Tersangkut kasus

Sayangnya meski siap diluncurkan, kabar terakhir dari Cayenne bernada negatif. Media massa Jerman, Der Spiegel, melaporkan bahwa Cayenne varian V6 TDI melanggar ketentuan batas emisi.

Melansir carscoops, surat kabar itu mengatakan bahwa pihaknya yang langsung merekrut lembaga uji emisi independen bernama TUV Nord untuk memeriksa tingkat emisi SUV populer itu di bawah kondisi berkendara normal. Hasilnya, sebagaimana diutarakan kepala pengujian TUV NOrd, Helge Schmidt, Cayenne ini mengeluarkan emisi yang lebih besar ketimbang ambang batas normal yang ditetapkan pemerintah.

Porshce langsung membantah laporan itu dengan mengatakan kalau hasil uji coba "tidak bisa dipahami". Mereka juga mengatakan kalau emisi itu banyak faktornya. Dari mulai beban mesin, kecepatan kendaraan saat dites, serta suhu mesin dan lingkungan sekitar.

Untuk diketahui, Cayenne juga dijual di Indonesia. Menurut laman Porsche Indonesia, total ada 12 varian Cayenne yang dijajakan.

Artikel Selanjutnya
Honda CR-V Hybrid Siap Mengaspal, Seberapa Canggih?
Artikel Selanjutnya
Motor Sport 250 Cc Terbaru Yamaha Dijual Rp 26 Jutaan