Sukses

Triumph Jajal Mesin Baru, untuk Moto2?

Liputan6.com, Aragon - Triumph memperkenalkan mesin baru untuk Moto2. Meski statusnya masih dalam pengembangan, tapi untuk pertama kalinya mesin ini diinstalasi pada sepeda motor, dalam hal ini Daytona 675, dan diuji di Sirkuit Aragon baru-baru ini.

Dilaporkan Motorcycle, mesin baru ini dikembangkan dari mesin 765 cc milik Street Triple RS. Sejumlah modifikasi dilakukan di bagian cylinder head, titanium valves, dan stiffer valve springs. Disematkan pula kopling baru serta gigi satu yang lebih tinggi.

Demi mendukung performa, mesin ini dikelola oleh ECU milik Magneti Magelli.

Dalam bentuk produksi massalnya, mesin inline-three ini semburkan tenaga maksimal hingga 121 Tk pada 11.700 rpm dan torsi puncak 77 Nm pada 11.700 rpm. Tidak disebutkan berapa tenaga mesin untuk motor balap ini. Namun yang jelas, pasti akan lebih tinggi dari versi standarnya.

Steve Sargent, Chief Product Officer Triumph, mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan telah berada di "trek" yang tepat. Ia bilang kalau kecepatan di tes sangat baik, begitu juga tanggapan dari sang pembalap, Julian Simon, yang pernah menjuarai 125cc World Champion.

"Kami yakin akan memberikan mesin di mana tim bisa menikmati balap dengan tontonan dan suara yang menggairahkan para penggemar," kata Sargent.

Simon sendiri adalah salah satu sosok kunci dalam mengembangkan mesin. Ia bersaksi kalau mesin memang terus meningkat seiring dengan uji coba yang dilakukan.

"Saya bisa lihat adanya perbaikan besar ketimbang mesin terakhir. Ini memberikan perasaan yang luar biasa. Tenaga dan gearing yang fantastis, dan untuk suaranya juga demikian. Bagi saya, (mengendarai motor ini) fantastis," aku Simon.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

1 dari 2 halaman

Gantikan Honda

Triumph akan memasuki kejuaraan balap Moto2 sebagai pemasok tunggal mesin. Hal ini akan mulai berlangsung pada awal musim 2019.

Dilaporkan motorsport.com, pabrikan asal Inggris itu akan menggantikan Honda, yang kontraknya sebagai pemasok mesin kelas menengah berakhir pada akhir 2018.

Tanggung jawab Triump adalah memasok mesin tiga silinder, 750 cc, yang bertenaga 162 Tk kepada seluruh tim kontestan, atau sekira 200 mesin.

Triump juga akan bertanggung jawab untuk memberikan dukungan teknis yang dibutuhkan untuk menyegarkan mesin setelah digunakan dalam tiga races.

Langkah ini akan menjadi tahap penting bagi Triumph untuk masuk ke kelas balap. Pasalnya selama ini pabrikan tersebut dikenal dengan merek yang "anti-racing".

Penyelenggara Moto2 awalnya ingin bekerja dengan MV Agusta. Namun tidak ada kata sepakat. MV Agusta tak menyanggupinya karena alasan biaya. Di titik inilah Triumph masuk. Setelah pembicaraan antar para petinggi, kesepakatan pun ditandatangani.

Artikel Selanjutnya
Mini Siapkan Mobil Mungil Terbuas, Cek Detailnya
Artikel Selanjutnya
Honda CR-V Hybrid Siap Mengaspal, Seberapa Canggih?