Sukses

Viral, Bapak Tua Tampar Wanita Pengendara Mobil

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah peristiwa penganiayaan kembali terjadi di jalan raya. Insiden tersebut terjadi di jalan Tol Jakarta-Tangerang di Kilometer 9, Senin (11/9).

Aksi penganiayaan berupa penamparan kepada wanita pengemudi sempat terekam dan tersebar di media sosial. Peristiwa yang diunggah akun Instagram @infia_fact itu pun menjadi viral.

Disebutkan, asal mula pemukulan karena korban berinisial EB mengemudikan mobil dan menyalip mobil yang dikemudikan pria tua dengan nomor polisi F 1522 MM.

Menurut EB, hal itu dilakukan karena dirinya terburu-buru. Dia menyalip dari kiri karena kebetulan ada sebuah mobil yang juga menyalip EB.

Tak pelak, pelaku langsung membunyikan klakson untuk memintanya berhenti dan memalangkan mobilnya tepat di depan mobil korban.

Pelaku yang mengenakan kemeja putih motif belang itu turun dari mobil lalu meluapkan amarahnya sebelum akhirnya menampar dengan keras si korban.

"Bener enggak kamu bawa kendaraan?" tanya pelaku kepada korban.

Setelah kaca jendela dibuka, korban yang tak terima mobilnya dipukul langsung bertanya dengan nada rendah, “ Bapak umur berapa?”

Usai pertanyaan itu, tak sampai panjang lebar pelaku melayangkan tangannya ke pipi korban.

Tak terima dipukul, korban akhinya ikut naik pitam dan berteriak sembari membunyikan klakson.

Sementara itu, usai melakukan pemukulan, pelaku langsung kembali ke dalam mobil dan memacu mobilnya dengan kencang.

Korban mengaku, kejadian tersebut sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara baik-baik.

Korban pun akhirnya melaporkan kronologi tindakan kekerasan tersebut kepada anggota polantas tidak jauh dari lokasi kejadian.

@rizki_kurnia88 Di jalan itu hal wajar kalo menurut saya... serempet2 tan sedikit tanpa ada korban jiwa... baik nya di tegor ajah cuman ngga perlu pakai kekerasan dan yg salah baik nya sadar dan tau diri ... lebih baik minta maaf juga kan ... jadi nya indah ❤❤❤❤

@deeamalia06 Tetep aja mau tuh bapak paruh baya yg namanya pemukulan kpd wanita itu tidak di benarkan. Sama org lain aja berani mukul kek gitu, gimana sama klg nya. Coba deh yg pada belain bapaknya, apa kurang jelas tu video????

Kendati demikian tak sedikit juga yang membela si bapak.

@munares16 Menurut gue sih, keterangan di caption ga sesuai sama yg di video, org pas video mulai si bapa baru nyamperin itu mobil dan baru ada percakapan disitu, kalo ada kata "memukul-mukul.... hingga membuat korban kesal sampai menanyakan umur" tidak terbukti di video tsb. Si bapa dtg langsung tanya "bisa bawa mobil bener ga?" Dan jawaban si mba malah nanyain umur, mungkin si bapa tersinggung sama jawaban si mba. Lagian kalo baca kronologi awal mula masalahnya emg ada di si mba yg maen motong jalan mobilnya si bapa. Yaaa walaupun si bapa jg salah sih pake kekerasan.

@fendy_har Kalau salah minta maaf segera orang motong jalan, lha ini malah tanya umur... ya pantes aja kena gampar....

 

 

Seorang pria tua yang mengendarai mobil berplat F 1522 MM, melakukan tindak penganiayaan, yakni memukul dengan keras wajah seorang wanita di jalan tol Jakarta-Tangerang kilometer 9, pada Senin (11/9/2017) sore kemarin. . Menurut pengakuan korban yang berinisial EB kepada Infia, korban EB yang saat itu sedang agak terburu-buru, menggeser mobilnya ke lajur paling kiri karena ada mobil menyalip tiba-tiba dari sebelah kanan. Secara tidak sengaja, mobil korban memotong mobil pelaku. . Pelaku langsung membunyikan klakson berkali-kali, dan meminta korban EB berhenti. Setelah korban EB, yang saat kejadian bersama adiknya itu berhenti, pelaku langsung marah-marah dan bertindak rasis sambil memukul-mukul mobil korban. Pelaku meminta korban untuk membuka kaca pintu mobil. . Korban yang sedikit kesal dengan pelaku, lantas bertanya kepada pelaku, "bapak umur berapa?". Maksud korban sampai bertanya demikian, karena korban merasa kesal dengan tingkah pelaku yang marah-marah sambil berperilaku rasis (ras). Menurut korban, kesalahpamahan tersebut bisa diselesaikan dengan cara baik-baik. . Pelaku langsung memukul korban EB dengan sangat keras, dan bahkan sempat meludah ke arah korban. Setelah melakukan pemukulan, pelaku langsung kabur melarikan diri, mengendarai mobilnya dengan kencang. Korban berusaha mengejar, namun mobil pelaku sudah terlalu jauh. . Menurut pengakuan korban EB dan adiknya yang berinisial NB, mereka sudah menceritakan kronologi kejadian pemukulan tersebut kepada anggota polantas yang mereka temui, tidak jauh dari TKP. Namun, mereka belum melaporkan kejadian pemukulan tersebut ke kantor polisi. . Kenapa harus pakai cara kekerasan sih, pak?. Kan bisa dibicarakan baik-baik..😒😏 _______ Jika kamu punya informasi berupa foto atau video menarik, langsung saja DM atau mention ke kami yak.. Makasih..😊🤗 . #infia #infiafact #viral #penganiayaan #pemukulan #racist #rasis

A post shared by INFIA - Fact (@infia_fact) on

1 dari 2 halaman

Gara-Gara Parkir Dua Jawara Adu Ilmu, Siapa Menang?

Peristiwa mengerikan juga terjadi di sebuah lahan parkir di salah satu permukiman di Chongqing, Tiongkok. Dua orang pria baku hantam karena masalah parkir.

Peristiwa perkelahian ini sempat terekam kamera video dari atas sebuah apartemen dan beredar luas di sejumlah media sosial, termasuk di Indonesia.

Dari rekaman tersebut, terlihat awal mula perkelahian terjadi antara dua orang pria yang berbaju kuning dan pria berbaju merah beradu mulut. Hingga akhinya, pria berbaju kuning dengan postur tegap dan tinggi memberikan dorongan serta menekan pria berbaju merah yang postur tubuhnya lebih kecil.

Tak hanya itu, pria berbaju kuning itu secara tiba-tiba membanting pria berbaju merah hingga terjatuh ke aspal. Saling pukul terjadi dan pria berbaju merah terjatuh.

Sejurus kemudian, si pria berbaju merah berdiri. Dia pun langsung melakukan tendangan hingga lawannya terjatuh, lalu kembali menendang ke arah rahang. Pria berbaju kuning akhirnya KO terkapar di aspal.

Usut punya usut, menurut surat kabar lokal, pria berbaju kuning itu memiliki kemampuan beladiri Muay Thai. Namun perlu diketahui, pria kecil berbaju merah ternyata seorang instruktur MMA dan pernah menjadi jawara tarung bebas.

Lantas bagaimana nasib pria berbaju kuning? Meski sempat kejang dan terkapar di aspal, saat ini kondisinya baik-baik saja.

Nah, jika melihat akar masalah ini, ternyata yang menjadi sebabnya adalah parkir tanpa garasi . Dan itu ternyata tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara lainnya.

Artikel Selanjutnya
Sadis, Polisi Tega Banting Ibu yang Gendong Bayi ke Jalan