Sukses

Adakah Peluang Yamaha XMax 125 Mengaspal di Indonesia?

Liputan6.com, Jakarta - Yamaha cukup sukses dengan kehadiran skuter Maxi andalanya, XMax. Bahkan, pabrikan asal Jepang ini siap menambah line up Yamaha XMax dengan mesin berkapasitas 125 cc.

Namun, Yamaha XMax 125 ini dikhususkan untuk pasar Eropa. Meskipun memiliki kapasitas mesin yang kecil, motor ini tetap memiliki dimensi yang bongsor, sama seperti Yamaha XMax 250, 300, atau 400. Lalu, bagaimana peluang Yamaha XMax 125 ini mengaspal di Indonesia?

"Sepertinya, model tersebut (Yamaha XMax 125) berhubungan dengan regulasi lisensi atau surat izin mengemudi (SIM)," jelas General Manager After Sales & Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), M. Abidin, saat dikonfirmasi Liputan6.com melalui pesan elektronik, Jumat (15/9/2017).

Lanjut Abidin, untuk peluang Yamaha XMax 125 diluncurkan di Tanah Air sangat kecil, karena berbeda spesifikasi dan bakal banyak penyesuaian. "Kecil, karena kita juga tidak ada persyaratan SIM," tegasnya.

Untuk diketahui, Selain dimensi yang besar, motor ini juga bakal dilengkapi fitur canggih, seperti  Yamaha Traction Control System (TCS) sebagai standar, dan juga pemantau kecepatan roda belakang yang bakal mengurangi tenaga saat putaran roda terdeteksi berlebih.

Untuk pengereman juga menggunakan ABS sebagai standar di pasar Uni Eropa. Rem cakram hidrolik melekat pada roda berukuran 15 inci untuk depan dan 14 inci untuk belakang. Bobot motor diklaim seberat 175 kg.

Untuk spesifikasinya, Yamah XMax 125 dipersenjatai dengan mesin 125 cc yang mampu memproduksi tenaga sebesar 14 Tk dan torsi 12 Nm. Mesin tersebut dikawinkan dengan V-Belt dan transmisi CVT.

1 dari 2 halaman

Inden 1.500 Unit

Hasil memuaskan diperoleh PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) terkait dengan pemesanan online skutik bongsor Yamaha X-Max. Sejak dibuka pada 10 September kemarin, jumlah pemesanannya sudah 1.500-an unit.

"Ada 1.500-an unit XMax dalam 2x24 jam. Target kami hanya 48 jam, jadi (pemesanan online) sudah ditutup jam 10 tadi," ujar General Manager After Sales & Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, M. Abidin, kepada Liputan6.com, Selasa (12/9).

Abidin mengatakan, pemesanan online ini tidak bisa terlalu lama lantaran berkaitan dengan suplai. Maksudnya, pihak Yamaha tidak bisa begitu saja membiarkan konsumen terus-menerus memesan. Mereka juga harus memperhatikan kapasitas yang bisa mereka penuhi. "(Dua hari saja) karena angka ini saja sudah bikin pusing supply-nya. Kalau dibiarkan, repot nanti," kata Abidin.

Artikel Selanjutnya
Galang Hendra Dapat Wild Card Ikut Balap Motor Dunia
Artikel Selanjutnya
Top3 Berita Hari Ini: MotoGP Thailand dan Gagasan Usang Mobnas