Sukses

Teknologi Mobil Sudah Maju, Masih Perlukah Panaskan Mesin?

Liputan6.com, Jakarta - Sering kali kita mendengar jika mobil harus dipanaskan. Hal ini dilakukan agar mesin mampu bekerja secara optimal saat digunakan.

Disebutkan, beberapa manfaat muncul jika mobil dipanaskan, antara lain membuat pembakaran bahan bakar di ruang bakar lebih sempurna dan kinerja mesin optimal, serta memperlambat keausan pada komponen mesin.

Mesin juga dapat terhindar dari kekentalan atau pengendapan oli. Jika terlalu kental, oli akan sulit masuk ke celah-celah terkecil mesin.

Oleh karena itu, memanaskan mesin sebelum mobil digunakan ternyata perlu dilakukan. Terlebih lagi jika terlalu lama di garasi lantaran jarang dipakai.

Service Manager Plaza Toyota Parman Suanda mengatakan, jika mobil jarang dipakai, maka hal itu akan berpengaruh pada aki atau ACCU yang cepat bermasalah atau soak.

Umur aki agak susah diprediksi, sebab ada juga satu tahun sudah ganti. Saya saja pernah ngalamin, enggak dipakai dan enggak dihidupin mesin mobil selama tiga hari, itu jadi mati (bagian aki),” ungkap Parman kepada Liputan6.com, Minggu (17/9/2017).

Parman menyarankan jika memang mobil tak dipakai untuk beraktivitas, yang perlu dilakukan adalah memanaskan dan menjalankan mobil paling tidak sejauh lima kilometer.

Penggunaan aki pada mobil sangat penting, karena sebagai penyedia sumber listrik. Aki juga bisa digunakan sebagai starter saat pertama kali menyalakan mobil.

“Minimal, baterai itu 10 volt, dan itu masih bisa hidupin untuk starter. Kalau di bawah 9 volt apalagi mobil transmisi matik, itu tidak bisa digunakan lagi,” tutup Parman.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

1 dari 2 halaman

Cek Empat Komponen Ini Jika Mobil Terasa Boros BBM

Biasanya, kendaraan yang sudah terlalu sering digunakan, terlebih untuk jangka waktu yang lama bakal lebih boros bahan bakar minyak (BBM). Jika sudah begitu, dipastikan pengeluaran setiap hari bakal meningkat, karena sering "mampir" di SPBU.

Selain faktor usia dan pemakaian, ada beberapa hal yang juga memengaruhi efisiensi BBM. Berikut beberapa komponen yang harus diperiksa jika konsumsi BBM terasa lebih boros, seperti disitat dari laman resmi Daihatsu Indonesia:

1) Filter Udara Kotor
Faktor pertama borosnya konsumsi BBM di mobil, bisa disebabkan oleh kotornya filter udara. Dengan begitu, bisa menyebabkan terjadinya hambatan aliran udara yang kurang baik.

Hal tersebut dapat menurunkan performa mobil, terutama di bagian dapur pacu dan menimbulkan gejala ngelitik (knocking).

2) Kerak di Ruang Mesin
Selain kebersihan filter udara, pemilik mobil juga harus memeriksa kerak yang ada di ruang mesin yang sulit sekali untuk dihindari. Adanya kerak dapat membuat volume ruang bahan bakar menjadi lebih kecil, dan tenaga mesin yang dihasilkan akan semakin berkurang.

3) Tersumbatnya Lubang Nozzle Injektor
Lubang nozzle injektor yang ada saat ini dibuat sangat kecil, sehingga mudah tersumbat. Jika sudah begitu, pembakaran dari bensin menjadi tidak sempurna dan dapat mengurangi efisiensi bensin kendaraan.

4) Piston dan Ring Piston Aus
Bila piston dan ring piston terkikis, maka kompresi kendaraan pasti bakal berkurang sehingga berdampak langsung pada performa mesin. Menurunnya performa mesin akan menyebabkan tarikan tenaga yang dihasilkan bakal loyo, dan bahan bakar menjadi cepat habis.

Artikel Selanjutnya
Mazda Buka Peluang Hidupkan Lagi Mesin Rotary?
Artikel Selanjutnya
Top3: Turbocharger dan Risiko Kebakaran Mobil