Sukses

Mahesa, Mobil Pertanian Multifungsi Seharga Rp 50 Juta

Liputan6.com, Klaten - Mobil pedesaan garapan Sukiyat heboh beberapa waktu belakangan ini. Mobil bernama Mahesa ini memiliki tiga varian tipe yang semuanya berfungsi sebagai moda transportasi untuk memudahkan aktivitas pertanian.

Sukiyat menjelaskan ihwal dirinya mengembangkan mobil pedesaan Mahesa. Awal pengembangan tak terlepas dari keberadaanya yang lahir sebagai anak petani. Ia memahami betul bagaimana kerja keras bapaknya sebagai petani. Masalah bagi petani bukan hanya ketika gagal panen, tetapi juga saat panen harga gabah pasti rendah.

"Masalah seperti itu tak terhindarkan. Makanya saya kepingin membantu petani, bagaimana meningkatkan produktifitas hasil panen dan memudahkan kerja para petani. Akhirnya saya kepikiran membuatkan moda transportasi ini," jelas Sukiyat di bengkel Kiat Motor, Jalan Klaten-Solo, Klaten, Jawa Tengah, Senin (2/10/2017).

Nama Mahesa sengaja diambil oleh Sukiyat. Mahesa dalam bahasa Jawa kuno adalah kerbau. Dan kerbau dalam pertanian sangat penting dalam membajak sawah.

"Kerbau ini kan memiliki badan dan tenaga besar, tangguh dia. Makanya sesuai dengan filosofi mobil kami, tangguh," jelas dia.

Pada September lalu, ia mendatangi Kementerian Perindustrian yang dijabat Menteri Airlangga Hartarto. Ia meminta dukungan dari pemerintah terutama perihal regulasi dan izin industri otomotif ini.

"Saya bekerjasama dengan anggota Institut Otomotif Indonesia (IOI). Ada sekitar 165 anggota. Jadi ini semua kerja profesional. Dan Pak Mentri menyambut antusias ide kami," kata Sukiyat.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Tiga Varian

Mobil Mahesa memiliki tiga varian, yakni double cabin warna kuning yang dipatok Rp 70 juta, pick up kelir merah Rp 60 juta dan kendaraan alat pertanian warna putih Rp 50 juta. Menariknya mobil Mahesa ini bisa dihubungkan dengan alat pertanian lain karena di bagian belakang mempunyai power take off (PTO )yang dapat disambungkan ke peralatan mesin untuk membantu petani.

Mobil pertanian Mahesa dilengkapi power take off. (Fajar/Liputan6.com)

"Jadi mobil ini dilengkapi PTO yang mesinnya bisa disambungkan peralatan petani diantaranya, rice mill, water pump, dan lain-lain. PTO itu juga bisa disambungkan dengan generator listrik untuk menghasilkan listrik. Jadi petani di sawah bisa membawa generator listrik untuk menghidupkan mesin-mesin pertanian,” ungkap lelaki kelahiran 22 April 1957.

Selanjutnya, Sukiyat pun menyebutkan mobil mahesa bermesin diesel 650 cc dan memiliki satu silinder. Mobil ini memiliki kecepatan maksimum 55 km/jam. Ia menjelaskan memang sengaja memasang kecepatan maksimum yang tidak terlalu tinggi. Alasannya mobil ini hanya diperuntukkan untuk di desa dan sawah.

"Kendaran ini irit, menempuh jarak 30 kilometer hanya dengan konsumsi bahan bakar solar 1 liter," pungkasnya.

Artikel Selanjutnya
Harta Karun, Ferrari Langka 40 Tahun Teronggok di Gudang
Artikel Selanjutnya
Ketika Lelang Jadi Ladang Uang