Sukses

Cabut dari Australia, Begini Cara Toyota Pikirkan Nasib Karyawan

Liputan6.com, Melbourne - Setelah 54 tahun berkiprah di Australia, Toyota secara resmi menghentikan produksinya hari ini (3/10/2017). Penghentian produksi ini ditandai dengan penutupan pabrik Altona di dekat Melbourne.

Keputusan ini tidak diambil mendadak. Pasalnya, raksasa otomotif asal Jepang ini sudah mengumumkannya sejak tiga tahun lalu. Bahkan, Toyota juga tidak begitu saja memecat karyawannya. Dalam tiga tahun ini mereka juga sudah meluncurkan program Drive (Dedicated, Ready, Individual, Vocational, and Energised).

Dari siaran pers resmi Toyota, Drive merupakan program transisi. Program ini sudah diikuti 2.200 karyawan untuk membantu mempersiapkan masa depan di luar penutupan pabrik tersebut.

Sebagai bagian dari strategi penting jangka panjang, program Drive telah menawarkan berbagai layanan manajemen karier dan layanan pendukung transisi, termasuk menetapkan tujuan karier individu, pelatihan keterampilan kerja, lanjutan pendidikan, informasi di industri lain, hari karier, dan dukungan pencari pekerjaan lain.

"Program Drive dirancang sebagai one-stop shop bagi karyawan kami, untuk memastikan mereka berada dalam posisi terbaik untuk mendapatkan pekerjaan baru di masa depan," ujar Presiden Toyota Australia, Dave Buttner.

"Seperti yang dijanjikan pada 2014, perusahaan telah berkomitmen untuk melakukan segala hal yang dapat kami lakukan, untuk mendukung karyawan kami saat kami melakukan transaksi ke perusahaan penjualan dan distribusi nasional," katanya.

Sementara itu, tujuan program ini memang untuk memastikan karyawan Toyota agar yakin dan siap menghadapi masa depan saat meninggalkan Toyota. Program ini bakal terus mendukung karyawan Toyota hingga pertengahan 2018.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 2 halaman

Pensiun

Selain program untuk karyawan yang masih produktif, Toyota juga memberikan dukungan khusus kepada karyawan yang memasuki masa pensiun setelah selesai di Toyota.

Banyak karyawan yang telah mengambil kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan memulai bisnis kecil di berbagai bidang, seperti nutrisi, pembuatan bir, atau fotografi.

Sementara program lain berfokus pada keterampilan bahasa, aksara, berhitung, dan komputer.

Artikel Selanjutnya
5 Tanda Anda Mungkin Tidak Akan Diangkat Jadi Karyawan Tetap
Artikel Selanjutnya
4 Tips agar Keuangan Tetap Stabil Saat Menganggur