Sukses

Kendaraan di Malaysia Mencapai 28 Juta Unit, Mobil Paling Laku?

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Malaysian Automotive Association (MMA) telah merilis data pendaftaraan kendaraan di Negeri Jiran tersebut, hingga 30 juni 2017. Dari data tersebut, tercatat sebanyak 28.181.203 unit kendaraan yang berada di ruas jalan Malaysia.

Melansir Paultan, Rabu (4/10/2017), dengan data tersebut, terjadi peningkatan sebesar 1,88 juta unit dari periode yang sama di 2015 yang hanya mencapai 26.301.952 unit kendaraan. Jika dibanding tahun 2010 sebesar 20.188.565 unit, terjadi peningkatan 7.992.638 unit kendaraan, atau meningkat 1,23 juta unit kendaraan per tahun.

Jika melihat detailnya, secara keseluruhan terdapat 13.288.797 unit mobil dan 12.933.042 unit sepeda motor yang terdaftar. Sedangkan untuk kendaraan dinas umum, termasuk bus, taksi, dan kendaraan pribadi mencapai 185.035 unit, dan kendaraan barang mencapai 1.205.744 unit.

Jika dilihat dari wilayah, daerah federal seperti Kuala Lumpur, Putrajaya, dan Labuan jadi penyumbang terbesar kendaraan, sebesar 6.320.329 unit yang terdaftar.

Lalu, untuk wilayah selanjutnya, seperti Johor dengan 3.611.611 unit kendaraan, Selangor 2.904.476 unit kendaraan, Penang 2.655.679 unit kendaraan, dan Perak 2.260.242 unit kendaraan.

Sementara itu, jika dilihat dari penjualan, industri otomotif Malaysia mencatatkan penjualan sebanyak 284.461 unit selama semester satu 2017, dan meningkat hingga 384.730 unit hingga Agustus 2017.

Jumlah tersebut, sesuai dengan target volume industri dari MAA sebesar 201 juta unit, dengan pertumbuhan 1,7 persen dari tahun lalu.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 2 halaman

Motor Bebek Malaysia Masuk Indonesia?

Beberapa waktu lalu, di Malaysia baru saja muncul satu merek sepeda motor baru bernama MForce. Untuk memperkenalkan diri ke publik, mereka langsung memperkenalkan sepeda motor baru berjenis bebek, SM Sport 110R. Motor ini dijual RM4,015 atau setara Rp 12.4 juta.

Melansir Paultan.org, Senin (24/7/2017), motor ini menggendong mesin 109 cc, satu silinder, berpendingin udara, yang hasilkan tenaga 6,4 Tk pada 7.500 rpm dan torsi 7 Nm pada 7.000 rpm. Mesin ini sudah kompatibel dengan standar emisi Euro 3.

Di sektor pengereman, motor ini menggunakan cakram 220 mm di bagian depan. Sementara di belakang masih menggunakan rem tromol. Di balik jok, kapasitas bensin yang bisa ditampung maksimal empat liter, dengan kompartemen penyimpanan seluas 10 liter.

Motor yang bobotnya mencapai 105 kg ini dilengkapi dengan kick starter dan elektrik. SM Sport 110R ini telah dilengkapi dengan lampu LED di lampu tama, sen, dan lampu belakang.

Meski judulnya merek motor asal Malaysia, sebetulnya model baru mereka dibuat secara kolaboratif antara banyak pabrikan. SM Sport 110R dibuat bersama MForce Bike Holdings, distributor lokal Benelli, Keeway, SYM, dan Qian Jiang Motorcycle.

Motor ini diharapkan bisa terjual sebanyak 2.000 unit dan 8.000 unit jika digabungkan dengan ekspor.

Menariknya, sumber menulis, salah satu tujuan ekspor SM Sport 110R adalah Indonesia, selain dari Sri Lanka dan Singapura. Sayang, tidak disebut kapan persisnya ia bakal mengaspal.

Yang jelas, kalaupun masuk, motor ini akan mendapat hambatan dari bebek lain. Kalau dilihat dari kuantitasnya, mungkin saja ia akan jadi pemain kecil. Sebagai gambaran, Honda Revo sebagai bebek terlaris saja sudah terjual 77.876 unit antara Januari-Juni.

Artikel Selanjutnya
Pencapaian Suzuki Sejak Dilahirkan
Artikel Selanjutnya
Penjualan Mobil ASEAN Positif, Kontribusi Indonesia Tertinggi