Sukses

Harus Diperhatikan, Ini 10 Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas

Liputan6.com, Jakarta Melihat angka kecelakaan lalu lintas di Tanah Air memang masih sangat mengkhawatirkan. Terlebih, dari data Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, kecelakaan yang terjadi banyak melibatkan usia pengendara muda atau pelajar.

Dijelaskan AKBP Aldo Siahaan, Kasi Kemitraan Subdit Dikmas Ditkamsel Korlantas Polri, banyak kecelakaan lalu lintas yang telah terjadi berawal dari pelanggaran lalu lintas.

"Berdasarkan data WHO, setiap tahun sebanyak 1,2 juta jiwa manusia meninggal dalam kecelakaan lalu lintas. Kemudian, untuk korban kecelakaan lalu lintas usia 15 sampai 29 tahun, ini fakta tentang laka lantas di usia produktif," jelas Aldo Siahaan di Konferensi Pers Michelin Safety Academy (MSA) di Jakarta Selatan, Rabu (4/10/2017).

Lanjutnya, kecelakaan lalu lintas ini bisa disebabkan oleh 10 faktor, yaitu pengemudi yang tidak konsentrasi atau tidak fokus ke jalan, dan biasanya mengerjakan sesuatu hal, seperti telepon, sms, makan dan minum saat berkendara.

"Penyebab kedua, terlalu cepat mengendarai kendaraan atau ngebut. Karena dengan semakin cepat, maka reaksi menentukan arah semakin lambat," tambah Aldo.

Sementara itu, penyebab ketiga, pengemudi ceroboh, dan tidak memperhatikan jalan dengan berbelok sesuai keinginan sendiri atau berjalan zig zag tanpa memikirkan pengendara lain. Lalu yang keempat, sering menerobos lampu merah, dan kelima pengemudi remaja dengan tingkat emosional yang tidak stabil.

"Kenapa saya sebut pengemudi remaja menjadi 10 penyebab kecelakaan, karena masih labil galau, ngeliat temennya ngegas disangka ngajak balapan," terangnya.

Sedangkan untuk penyebab keenam, pengemudi yang melawan arus lalu lintas, ketujuh berbelok tanpa melihat kondisi jalan dan tidak menggunakan sein, kedelapan berkendara di bawah pengaruh alkohol, sembilan balapan liar, dan kesepuluh modifikasi kendaraan yang tidak sesuai peraturan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 2 halaman

Pengendara Pemula Dalang Sepertiga Kecelakaan di Indonesia

Saat ini, jumlah kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur semakin tinggi. Tercatat, lebih dari sepertiga jumlah kecelakaan di Indonesia melibatkan pengendara berumur 15 sampai 24 tahun.

Dengan jumlah yang sama, yaitu sekitar 8.700 kejadian di antaranya melibatkan pengendara motor yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Melihat hal tersebut, Michelin terus mengadakan Michelin Safety Academy (MSA) untuk mengedukasi pengemudi usia muda mengenai berkendara aman, sehingga dapat menjadi pengendara yang bertanggung jawab. Bahkan, memasuki tahun keempat, jumlah peserta semakin banyak mencakup 400 orang siswa-siswi dari 10 sekolah, dari Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Cilegon.

"MSA merupakan perwujudan fokus perusahaan di Indonesia, yaitu perfection in safety yang didasarkan tiga pilar, yaitu keamanan dengan edukasi mengenai berkendara aman, inovasi produk, dan pelayanan purna jual," jelas Frederick Mueller III, Presiden Direktur Michelin Indonesia saat konferensi pers MSA di Meradelima Restaurant, Rabu (3/10/2017).

Untuk MSA kali ini, para pengendara pemula ini bakal dilatih oleh trainer yang berkompeten, serta berhak mendapatkan SIM A dan C dengan mengikuti ujian resmi di Satpas SIM, Daan Mogot, Jakarta Barat, 14 Oktober 2017.

"Memasuki perhelatan keempat MSA, kami ingin memberikan dampak lebih besar dengan meningkatkan jumlah siswa dan memperluas jangkauan area," sambung Frederick.

Artikel Selanjutnya
Kemenhub: 3 Orang Meninggal Per Jam Akibat Kecelakaan
Artikel Selanjutnya
Berkendara di Luar Batas Normal Sebabkan 4 Orang Tewas di Jalan