Sukses

Presiden Rusia Pilih Mobil Gas ketimbang Mobil Listrik, Kenapa?

Liputan6.com, Moskow - Mobil listrik, terus mengalami perkembangan di seluruh dunia. Banyak produsen otomotif yang berlomba-lomba menghadirkan mobil ramah lingkungan tersebut, dan salah satu yang sudah sukses dengan mobil listrik adalah pabrikan asal Amerika Serikat, Tesla.

Bahkan, mobil listrik Tesla menjadi menarik karena menjadi bahan perbincangan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di sebuah forum energi di Moskow.

Dilansir Carscoops, Kamis (5/10/2017), saat ditanya oleh seorang wartawan, terkait minat sang presiden untuk membeli mobil listrik Tesla, Putin langsung menjawab bersedia membeli mobil listrik asal Negeri Paman Sam tersebut.

"Kenapa tidak? Apa pendapat Anda? Apakah kita akan naik gerobak atau sesuatu? Tidak, kami tidak akan naik gerobak," jawab Putin dengan tegas.

Meskipun Putin menyukai kendaraan listrik yang dibuat perusahaan Jepang dan Amerika Serikat, karena ringan, cepat dan efisien, ia tidak percaya 100 persen mobil listrik benar-benar mobil ramah lingkungan. Pasalnya, untuk tenaga listriknya, mobil tersebut masih menggunakan bahan bakar fosil seperti batu bara.

Lanjutnya, gas alam merupakan solusi yang lebih baik untuk mobil saat ini, karena Putin percaya mobil berbahan gas jauh lebih ramah lingkungan daripada mobil listirk.

Tentu saja, perlu dicatat, Rusia merupakan pemasok gas alam terbesar, dan jika permintaan meningkat bakal membantu ekonomi negara tersebut.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

1 dari 2 halaman

Jual Mobil

Mobil limosin Mercedes-Benz S 600 Pullman Guard lansiran 1994 dijual cukup fantastis, yaitu sebesar US$ 1,35 juta atau sekira Rp 18,1 miliar.

Mengapa cukup mahal? Ya, ini dikarenakan mobil tersebut merupakan salah satu armada kepresiden Rusia, yang digunakan Vladimir Putin.

Harga ini tergolong pantas, karena memiliki spesifikasi mewah dan dilengkapi bodi berlapis baja sehingga anti peluru. Demikian dilansir autoworldnews, Kamis (29/12/2016).

Tak hanya itu, mobil berdesain panjang ini juga dilengkapi jantung pacu mumpuni, yaitu mesin V12 berkapasitas 6.0-liter yang sanggup memuntahkan daya hingga 389 tenaga kuda (Tk).

Lebih menariknya lagi, meski presiden kerap berpindah-pindah tempat ke berbagai wilayah, dia tak selalu mengendarai mobil buatan Jerman tersebut. Hal ini terlihat dari odometer pada mobil yang tercatat 25.749,5 kilometer.

Artikel Selanjutnya
Top3: Turbocharger dan Risiko Kebakaran Mobil
Artikel Selanjutnya
Sang Presiden Penggila Mobil Listrik