Sukses

Honda Akan Tutup Pabrik di Jepang Gara-Gara Mobil Listrik

Liputan6.com, Tokyo - Langkah mengejutkan diambil salah satu produsen otomotif besar. Honda menutup salah satu pabriknya di Jepang. Langkah ini sebagai bagian dari pengurangan seperempat produksi di Negeri Matahari Terbit.

Menurut Kepala Eksekutif Honda, Takahiro Hachigo, produsen mobil tersebut akan merampingkan operasi di negara asalnya dengan menutup pabrik Samaya pada 2022, dan mengalihkan fokusnya ke kendaraan listrik dan teknologi masa depan lainnya.

"Karena kami lebih fokus pada penerapan elektrifikasi dan teknologi baru lainnya. Kami ingin mengasah keahlian manufaktur kendaraan kami di Jepang dan mengembangkannya secara global," ujar Hachigo seperti dikutip Carscoops, kamis (5/10/2017).

Langkah untuk menutup fasilitas Samaya bakal mengurangi kapasitas produksi tahunan di negara ini menjadi sekitar 810 ribu unit per tahun. Jumlah tersebut, turun dari kapasitas produksi kendaraan saat ini sebanyak 1,06 juta unit.

Sementara itu, melansir Reuters, sebagian besar pekerja pabrik tersebut bakal dipindahkan ke pabrik Yorii.

Setelah konsolidasi selesai, pabrik Yorii bakal memproduksi kendaraan listrik, dan bertindak sebagai pusat utama untuk manufaktur pengembangan teknologi Honda.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

 

1 dari 2 halaman

Mobil Honda Bisa Tenagai Listrik Rumah

Semuanya memiliki satu persamaan, yaitu kemampuan untuk menyimpan energi dalam jumlah banyak. Dengan melihat potensi ini, Honda menemukan solusi untuk menggunakan energi yang tersimpan dalam mobil untuk kebutuhan lainnya.

Dengan menggunakan Honda Power Exporter 9000, energi yang tersimpan di dalam mobil dapat digunakan untuk menghidupkan berbagai peralatan rumah tangga (hingga 9kVA).

Misalnya dengan menggunakan mobil Honda Clarity Fuel Cell, Honda mengklaim Power Exporter 9000 dapat menghidupkan berbagai perangkat rumah tangga hingga tujuh hari. Power Exporter 9000 berfungsi untuk mengubah arus DC dari mobil menjadi arus AC.

Cara menggunakan Power Exporter 9000 terbilang cukup mudah. Setelah tersambung dengan mobil listrik, Power Exporter 9000 akan berkomunikasi dengan mobil. Setelah siap, Power Exporter 9000 akan "menyerap" energi dari mobil dan menghasilkan arus AC.

Tegangannya dapat dipilih, antara AC100V atau AC200V, sehingga banyak perangkat yang bisa ditenagai. Mulai dari pengisian smartphone hingga lampu dan pemanas.

 

Artikel Selanjutnya
Top3: Turbocharger dan Risiko Kebakaran Mobil
Artikel Selanjutnya
Ribuan Toyota Yaris dan Vios Ditarik, Bagaimana di Indonesia?