Sukses

Pemesanan Kerbau Besi Mahesa Capai 10.000 Unit

Liputan6.com, Jakarta Mobil pedesaan produksi Kiat Motor, Mahesa langsung mengambil hati masyarakat. Terhitung sejak mulai dikenalkan satu bulan terakhir, mobil ini sudah dipesan sebanyak 10.000 unit.

Kiat Motor menjelaskan semenjak kedatangan Presiden Jokowi ke bengkelnya yang ada di Jalan Jogja Solo Km 4 Ngaran, Mlese, Klaten beberapa waktu lalu, mobil Mahesa  kini kian dikenal. Hilir mudik pemesanan baik melalui sambungan telepon ataupun datang langsung ke bengkelnya mengalami lonjakan.

"Pembeli pertama adalah Plt Bupati Klaten (Sri Mulyani). Pemesan bukan hanya dari Jawa, ada beberapa yang dari luar Jawa. Ada pengusaha yang langsung pesan 6.000 unit. Kalau ditotal sudah ada 10.000 pesanan, " jelas Sukiyat yang juga penyandang difabel ini ketika ditemui Liputan6.com di bengkelnya, Kamis, 5 Oktober 2017.

Sukiyat menuturkan jika para pemesan harus sedikit bersabar. Mengingat saat ini pihaknya sedang mengurus perizinan. Ia sendiri menginginkan dalam regulasinya tidak usah melalui uji tipe tetapi hanya uji kelayakan.

"Pengennya cuma uji kelayakan saja, tidak usah uji tipe saja. Nantinya jika hanya uji kelayakan saja, mobil ini tidak boleh beroperasi di jalan raya. Kan ini mobil pedesaan, jadi hanya boleh mengaspal di jalan-jalan pedesaan, " harap dia.

 

1 dari 2 halaman

Mulai Diproduksi 2018

Jika tidak aral melintang, si Kerbau Besi ini bakal mulai diproduksi tahun 2018. Sukiyat mengharapkan semua perizinan sudah tuntas hingga akhir tahun 2017. Ia mengatakan produksi awalnya  sebanyak 16.000 unit. "Pertengahan tahun depan semoga sudah mulai bisa ke tangan pemesan, " ujar lelaki kelahiran 22 April 1957.

Sukiyat berharap jika mobil pedesaan ini bisa membantu kerja para petani. Menurutnya mobil pedesaan Mahesa ini menjadi salah satu wujudnya dalam mendukung Nawacita Presiden Joko Widodo.

"Jangan hanya demo-demo saja, ngejek-ngejek orang, harus kerja-kerja. Sesuai dengan Nawacita Bapak Jokowi, membangun Indonesia dengan memperkuat sektor pertanian, " ujar dia. (Fajar Abrori)

Artikel Selanjutnya
Dijegal Honda, Ada Apa dengan Toyota?
Artikel Selanjutnya
Penampakan Kambing-Kambing Kurban Seharga Sepeda Motor