Sukses

Koenigsegg Agera RS Patahkan Rekor Bugatti Chiron

Liputan6.com, Vandel Pada medio bulan September lalu, Bugatti Chiron mencatatkan rekor 0-400km/jam-0 dengan catatan waktu 42 detik. Namun, catatan rekor tersebut tidak berlangsung lama, karena Koenigsegg Agera RS baru-baru ini mencatatkan rekor baru.

Dilansir Topgear, Koenigsegg Agera RS mencatatkan waktu 0-400km/jam-0 selamat 36,4 detik. Selisih waktu yang nyaris mencapai 6 detik tersebut mengukuhkan Koenigsegg Agera RS sebagai mobil tercepat, dan Bugatti Chiron akan sulit untuk menutupi selisih waktu tersebut.

Kepada Topgear, Koenigsegg awalnya berencana untuk mencatatkan rekor antara 30 September dan 2 Oktober 2017 di sirkuit Papenburg, Jerman. Namun rencana tersebut harus mundur akibat cuaca yang kurang mendukung. Pengujian akhirnya mengambil lokasi di Vandel, Scandinavia selatan pada 1 Oktober lalu.

Uniknya, Koenigsegg Agera RS yang digunakan adalah milik pribadi. Dan sang pemilik tidak sabar untuk melihat 'batasan' dari mobil kesayangannya dibanding mobil pabrikan lainnya. Mesin 5,0 liter twin-turbo V8 tersebut menghasilkan tenaga 1.378 hp dengan torsi puncak 1.370 Nm.

Seperti yang terlihat pada video, kondisi tempat pengujian tidak terlihat terlalu mulus, dengan panjang hanya 2,8 km. Koenigsegg sendiri mengungkapkan dengan trek sepanjang itu, sangat mudah untuk mencapai ujung dari trek. "Trek ini terbilang cukup aman, karena ada run-off zone di akhir trek. Akan tetapi akan lebih aman jika kami tidak menggunakan itu," ungkap pembicara dari Koenigsegg .

 

1 dari 2 halaman

Mesin Ini Diklaim Tahan Sampai 200 Tahun

Mesin mobil pasti punya batas. Ia, pada satu titik, akan tidak lagi berperforma maksimal. Lama kelamaan, apalagi tanpa perawatan yang semestinya, mesin akan mengalami kerusakan.

Namun begitu, jarang ada pabrikan yang mau mengklaim berapa lama mesinnya bisa bertahan. Sekalinya ada, pernyataannya sungguh mengejutkan.

Ini datang dari Christian von Koenigsegg, pendiri pabrikan mobil high-performance asal Swedia, Koenigsegg Automotive AB.

Kepada Road and Track, ia mengklaim mesin baru yang mereka buat khusus untuk pabrikan bernama Spyker, punya daya tahan sampai 200 tahun.

"(Mesin) ini terlalu direkayasa untuk kebutuhan mereka. Sebab strukturnya bisa menahan 1.500 Tk dan mereka hanya pakai 600 Tk. Jadi mesinnya akan bertahan untuk, saya pikir, 200 tahun atau semacamnya," ujar von Koenigsegg.

Penjelasan sederhananya, mesin yang mereka buat sebetulnya punya kemampuan untuk menyemburkan tenaga sampai 1.000 lebih Tk. Namun justru dirancang mengeluarkan tenaga di bawah itu. Karenanya daya tahan menjadi lebih lama.

"Kami mengganti apa yang harus diganti. Knalpot, intake, menaikkan rasio kompresi, hingga mengecilkan sistem injeksi karena ia tidak butuh yang lebih besar," tambahnya.

Secara teknis mesin ini sendiri adalah mesin bensin 5,0 liter V8.

Koenigsegg memang pabrikan yang kaya akan eksperimen. Akhir tahun lalu, misalnya, mereka menciptakan mesin tanpa camshaft atau noken as (berfungsi untuk menggerakkan katup (valve) dengan mendorongnya via dua lift).

Mesin dengan cara kerja baru ini diinstalasi pada mobil konsep bernama Qoros 3, yang dipamerkan di ajang otomotif tahunan Guangzhou Auto Show.

 

Artikel Selanjutnya
Unggah Foto Supercar, Mobil Baru Sule?
Artikel Selanjutnya
Resmi, Mercedes-AMG Hypercar Tampil Perdana di Frankfurt